
Salah satu rumah warga penerima manfaat renovasi rumah, Senin (8/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga miskin di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mencapai 2.428 jiwa.
Data ini diperoleh dari pendataan Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, berdasarkan Desil 1-5 sebagai penerima manfaat.
Salah seorang warga Loa Ipuh, Yayuk Hartini mengatakan, untuk kebutuhan hidup setiap harinya tak bisa berharap banyak.
Pasalnya, pendapatan yang diperoleh tak bisa dipastikan.
"Saya sebagai buruh lepas, terkadang dipanggil oleh kantin sekolah untuk membantu, juga tetangga sekitar," kata Yayuk kepada KutaiRaya.com, Senin (18/6/2026).
Ia mengaku, dalam sehari hanya dapat bayaran sekitar Rp 25-30 ribu.
Upah kerja ini dipastikan tak cukup dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
"Saya di sini tinggal bersama cucu. Untuk bertahan hidup saya bekerja dan terkadang mendapatkan belas kasihan dari lingkungan sekitar," tuturnya.
Yayuk yang tinggal di sebuah gubuk dengan atap bocor dan dinding rapuh, akhirnya senang menerima kabar usai rumahnya dipilih oleh pihak terkait, dalam realisasi program renovasi rumah.
"Kami sangat berterima kasih kepada pihak terkait, yang akan melakukan renovasi rumah ini. Renovasi ini menjadi harapan besar, namun sulit untuk terwujud jika dilakukan secara pribadi," ucapnya.
Sementara itu Ketua RT 66 Loa Ipuh, Muhammad Kosim menuturkan, di sini ada sekitar 4 warga kategori miskin dan layak menerima manfaat bantuan sosial.
Maka itu, ia terus aktif mencari peluang bantuan sosial yang akan diberikan kepada warganya.
Di RT 66 ini, ada 97 Kepala Keluarga.
"Saat ini ada satu keluarga yang menerima bantuan sosial berupa renovasi rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang berkolaborasi dengan Polres Kukar," kata Kosim.
Ia menegaskan upaya ini bagian dari penanggulangan kemiskinan di Kukar, termasuk di Loa Ipuh.
"Dengan adanya bantuan renovasi rumah ini, kami berharap penerima manfaat mendapatkan tempat tinggal yang layak huni," tuturnya.
Terpisah, Plt Lurah Loa Ipuh, Gusti Evriansyah menjelaskan, dari 2.428 warga miskin itu terdapat kategori Desil 1 sekitar 411 keluarga, Desil 2 sekitar 473 keluarga, Desil 3 sekitar 593 keluarga, Desil 4 sekitar 446 keluarga dan Desil 5 sekitar 505 keluarga.
"Warga miskin itu dibagi menjadi beberapa kategori dari Desil 1-5. Dan itu layak untuk menerima bantuan sosial," ujar Gusti.
Adapun yang menjadi indikator warga miskin, yakni warga lanjut usia yang didominasi sekitar 60 persen dan pengangguran yang tak memiliki keahlian atau keterampilan.
"Kami berharap pemerintah daerah dapa memberikan pelatihan kepada warga kita, terlebih menyasar pada Desil tersebut," ujarnya.
Sehingga keterampilan mereka ini mampu menciptakan peluang usaha baru dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka. (Ary)