Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat meninjau embung air bersih di Pulau Maratua pada Jumat (5/6/26).Foto:Wahyu)
BERAU,(KutaiRaya.com): Harapan masyarakat Pulau Maratua untuk mendapatkan layanan air bersih yang lebih baik mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan langkah baru yang tidak hanya mempercepat distribusi air bersih, tetapi juga mampu menghemat anggaran daerah hingga Rp10 miliar.
Temuan tersebut diperoleh langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat meninjau embung air bersih di Pulau Maratua pada Jumat (5/6/26). Dari hasil evaluasi lapangan, pemerintah menemukan solusi yang dinilai lebih efektif dibandingkan membangun sistem baru dari awal.
Sri mengatakan, skema yang disiapkan adalah memindahkan instalasi pengelolaan air bersih yang saat ini berada di lokasi lama ke kawasan yang lebih dekat dengan embung. Dengan cara tersebut, infrastruktur yang sudah ada tetap dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus memangkas kebutuhan anggaran yang cukup besar.
"Sekaligus kami mengecek beberapa pekerjaan embung yang masih membutuhkan pekerjaan lanjutan. Tetapi ada kesimpulan yang kami temukan, kita bisa menghemat sekitar Rp10 miliar dengan memindahkan alat pengelola air bersih yang ada di lokasi lama ke dekat embung agar bisa disalurkan kepada masyarakat," ujar Sri.
Menurutnya, lahan untuk relokasi instalasi tersebut telah tersedia sehingga proses persiapan dapat segera dilakukan. Pemkab Berau bahkan menargetkan tahapan awal pekerjaan dapat mulai dipersiapkan melalui APBD Perubahan 2026.
"Lahannya sudah ada. Mudah-mudahan dalam waktu dua bulan melalui APBD Perubahan bisa mulai dipersiapkan di lahan kosong tersebut untuk pemindahan alat, sehingga kita bisa menghemat anggaran yang cukup besar," katanya.
Dirinya menuturkan, bagi masyarakat Maratua, langkah ini menjadi kabar penting. Pasalnya, persoalan air bersih selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang masih menjadi tantangan di wilayah kepulauan tersebut.
Sri menegaskan, meski solusi yang disiapkan belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan air bersih masyarakat, upaya tersebut menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi warga.
"Air bersih ini kebutuhan masyarakat yang harus kita selesaikan. Walaupun mungkin belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, paling tidak ada upaya nyata untuk meningkatkan layanan yang ada," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga masih mengkaji opsi pemanfaatan teknologi desalinasi air laut sebagai solusi jangka panjang. Namun tingginya biaya investasi dan berbagai pertimbangan teknis membuat opsi tersebut belum menjadi prioritas utama.
"Untuk desalinasi banyak pertimbangannya dan biayanya juga tidak murah. Karena itu, tahun ini target kita menyiapkan segala sesuatunya, termasuk pondasi dan kebutuhan pendukung lainnya. Kemudian pada tahun 2027 kita mulai progres pemindahan alat pengelola air bersih tersebut," ungkapnya.
Melalui langkah efisiensi ini, Bupati Sri berharap persoalan air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Maratua dapat mulai teratasi.
"Selain menghemat anggaran daerah kita, solusi tersebut diharapkan mampu mempercepat hadirnya layanan air bersih yang lebih baik bagi warga pulau terluar andalan sektor pariwisata Berau itu," tandasnya. (ADV/bul)