• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat memimpin rapat koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, SPPG, dan sejumlah organisasi perangkat daerah, di Balai Kota Balikpapan, Rabu (3/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok prioritas yang masuk dalam kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pemenuhan gizi pada masa krusial pertumbuhan anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan seluruh dapur MBG yang telah beroperasi di Balikpapan diminta mulai memberikan manfaat kepada kelompok 3B sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

"BGN meminta seluruh dapur MBG yang sudah beroperasi tidak hanya melayani anak sekolah, tetapi juga harus memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujar Bagus, usai memimpin rapat koordinasi bersama Korwil BGN Balikpapan, SPPG, dan sejumlah organisasi perangkat daerah, di Balai Kota Balikpapan, pada hari Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, kelompok 3B menjadi sasaran penting karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Karena itu, Pemkot Balikpapan bersama instansi terkait bergerak cepat menyelesaikan pendataan penerima manfaat agar program dapat segera dijalankan secara menyeluruh.

Untuk mempercepat proses tersebut, Bagus memimpin rapat koordinasi yang melibatkan Korwil BGN Balikpapan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta perangkat daerah yang memiliki data kelompok sasaran.

Pendataan dilakukan dengan melibatkan instansi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), untuk memastikan jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berhak menerima program dapat terverifikasi dengan baik.

"Kami ingin data penerima manfaat segera diterima oleh dapur MBG. Kalau datanya sudah masuk, maka penyaluran makan bergizi gratis kepada kelompok 3B bisa langsung dilaksanakan," katanya.

Saat ini, sebanyak 12 SPPG di Balikpapan telah mulai menyalurkan manfaat MBG kepada sedikitnya 300 penerima dari kelompok 3B. Pemerintah kota menargetkan seluruh dapur yang sudah aktif dapat menjangkau kelompok sasaran secara penuh pada pekan ini.

"Mudah-mudahan seluruh proses pendataan selesai dalam minggu ini sehingga seluruh SPPG yang beroperasi bisa memberikan manfaat kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujarnya.

Selain memperluas cakupan penerima manfaat, Pemkot Balikpapan juga memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi meliputi sertifikasi juru masak, Sertifikat Higiene Sanitasi Laik Fungsi (SHLF), ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga sertifikasi halal.

Bagus menjelaskan seluruh persyaratan tersebut bertujuan memastikan makanan yang disajikan aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Standar ini penting agar kualitas makanan benar-benar terjaga dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima manfaat," jelasnya.

Ia memastikan persoalan IPAL yang sebelumnya sempat menjadi kendala operasional beberapa dapur kini telah diselesaikan. Seluruh dapur yang sempat terkendala disebut sudah memenuhi persyaratan dan kembali beroperasi normal.

Sementara itu, proses sertifikasi halal akan difasilitasi melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Bank Indonesia, agar seluruh dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Bagus menegaskan, keberhasilan perluasan MBG kepada kelompok 3B bukan hanya soal penyaluran makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Tujuan akhirnya adalah memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang," pungkasnya. (Las)



Pasang Iklan
Top