• Sabtu, 09 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet PASI Kukar Lakukan Pemanasan.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara atau PASI Kukar terus memperkuat pembinaan atlet usia dini sebagai langkah membangun regenerasi olahraga atletik di daerah.

Pembinaan tersebut dilakukan melalui klub-klub atletik yang aktif melatih anak-anak sejak usia sangat muda hingga jenjang pelajar.

Kepala Pelatih PASI Kukar, Ladiman mengatakan, pembinaan atlet saat ini difokuskan untuk menyiapkan atlet-atlet muda menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK.

Menurutnya, sebagian besar atlet yang masuk dalam tim O2SN merupakan hasil binaan langsung dari klub yang dipimpinnya, salah satunya Yupatama Athletic Club.

"Anak-anak yang tadi dilihat itu memang dipersiapkan untuk O2SN usia dini. Mulai dari SD, SMP, SMA sampai SMK. Kebetulan yang masuk dalam tim O2SN itu binaan saya semua," ujar Ladiman pada KutaiRaya.com, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang sejak usia dini agar atlet mampu mencapai performa terbaik ketika memasuki usia emas olahraga.

Karena itu, PASI Kukar mulai melakukan pencarian dan pembinaan bibit atlet sejak anak berusia 1 hingga 6 tahun. di usia dini itu, menjadi tahap penting untuk membangun dasar kemampuan fisik, disiplin, dan mental atlet.

"Regenerasi itu penting. Kita harus memiliki bibit mulai usia dini sampai nanti benar-benar mencapai puncak prestasi," katanya.

Dalam proses latihan, program pembinaan juga dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan atlet. Untuk kategori anak-anak, latihan dilakukan tiga kali dalam sepekan, di setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara atlet junior dan senior menjalani latihan lebih intensif hingga lima kali dalam seminggu.

Ia berharap, perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan atletik di Kukar semakin meningkat. Menurutnya, potensi atlet di Kukar cukup besar karena tersebar di 20 kecamatan yang memiliki talenta berbeda-beda.

Ia juga berharap, pemerintah dapat terus memantau dan mendukung pembinaan atlet daerah agar nantinya muncul atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Mudah-mudahan pemerintah Kabupaten Kukar bisa melihat potensi atlet yang ada di 20 kecamatan. Harapannya nanti ada atlet kita yang bisa masuk tim POPNAS, Pra PON, PON bahkan sampai internasional," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top