• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendi Irwan Fahriza.(Foto: Dok. Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga RT 29 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap ada pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua RT 29, Wurianto mengatakan, pemberdayaan masyarakat itu bisa meliputi pelatihan keterampilan, baik itu menjahit, membuat kue dan lainnya.

"Warga kami sangat membutuhkan adanya pelatihan. Agar keterampilan warga meningkat, sehingga memiliki daya saing," kata Wurianto kepada Kutairaya, Senin (4/5/2026)

Menurutnya, adanya pelatihan dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Jika warga telah memiliki keterampilan, maka mereka bisa membuka usaha baru dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

"Karena indikator kemiskinan itu banyak, termasuk tak memiliki penghasilan atau penghasilannya tak cukup memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Ia menegaskan, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini dinilai sangat penting.

Jika ilmu yang diperoleh dari pelatihan itu diimplementasikan, pastinya akan memberi manfaat bagi masyarakat lainnya, termasuk membuka lapangan pekerjaan.

"Selama ini belum ada pemberdayaan masyarakat yang diterima oleg warga kami," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendi Irwan Fahriza menjelaskan, pemerintah daerah siap memfasilitasi terhadap usulan masyarakat, termasuk pelatihan kerja.

"Masyarakat yang tergabung dalam kelompok bisa mengajukan proposal permohonan pelatihan, yang ditujukan ke Bupati Kukar," kata Dendi.

Kemudian, masyarakat juga bisa mengusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) hingga lewat aspirasi pokok pikran DPRD Kukar.

"Sejauh ini sudah ada yang mengusulkan terkait pelatihan, baik itu menjahit, baber shop, pembuatan kue dan lainnya," ucapnya.

Ia menuturkan pelatihan tersebut tersebar di seluruh Kecamatan Kukar.

Artinya, program pemberdayaan masyarakat telah berjalan dengan baik.

"Program ini merupakan perluasan kesempatan kerja," tuturnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi penerima manfaat, sehingga menjadi bekal mereka, untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Ary)



Pasang Iklan
Top