• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Inspeksi Mendadak Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani di Pasar Tangga Arung Square.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani bersama Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tangga Arung Square, Kamis (30/4/2026), menyusul banyak keluhan masyarakat dan pedagang terkait lesunya aktivitas perdagangan di pasar modern tersebut.

Sidak ini menjadi sorotan karena Yani secara tegas meminta pengelolaan pasar dibenahi total, mulai dari pembukaan seluruh akses pintu hingga pemberlakuan parkir gratis sementara demi menarik kembali minat pengunjung.

“Pasar ini dibangun dengan uang rakyat, nilainya ratusan miliar. Ini bukan angka kecil. Maka manfaatnya harus kembali ke rakyat. Jangan sampai pasar megah, tapi sepi,” ujar Yani saat meninjau lokasi.

Menurutnya, keberadaan Pasar Tangga Arung Square seharusnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tenggarong, bukan justru menyisakan kios kosong dan aktivitas perdagangan yang stagnan.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka seluruh akses masuk pasar yang selama ini dinilai menghambat arus pengunjung.

“Kalau pintu pasar ditutup, sama saja menutup rezeki pedagang. Semua pintu yang belum dibuka, buka hari ini juga. Jangan ada lagi penghalang orang masuk,” tuturnya.

Selain itu, Yani juga mendorong kebijakan parkir gratis sementara bagi pengunjung dan pedagang.

Menurutnya, strategi ini penting untuk mengalihkan kendaraan yang selama ini parkir di pinggir jalan agar masuk ke area pasar.

“Kalau orang parkir di luar, mereka belum tentu masuk belanja. Tapi kalau parkir di dalam, peluang mereka melihat dagangan dan berbelanja jauh lebih besar,” katanya.

Dalam sidak tersebut, DPRD juga menyoroti persoalan tarif sewa dan retribusi lapak yang dikeluhkan pedagang.

Yani membuka peluang evaluasi terhadap tarif, jika dianggap masih memberatkan.

“Kalau memang dirasa mahal, bisa kita revisi. Sekarang yang penting pasar ini hidup dulu, pedagang berkembang dulu. Jangan di awal justru dibebani,” katanya.

Ia memberi peringatan keras agar kios-kios kosong tidak dijadikan objek transaksi oleh pihak tertentu.

“Lapak harus diberikan kepada yang benar-benar mau berdagang, bukan untuk diperjualbelikan lagi. Jangan sampai pasar ini jadi bisnis lapak,” katanya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar, Sayid Fathullah, menuturkan kunjungan Ketua DPRD sebagai suntikan semangat baru bagi pengelolaan Pasar Tangga Arung Square.

“Kunjungan ini menjadi energi baru bagi kami. Artinya, ada perhatian serius dari DPRD untuk bersama-sama membangkitkan pasar ini,” ujarnya.

Sayid mengakui menurunnya omzet pedagang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi yang sedang melambat.

Namun, pihaknya mengaku optimistis kebijakan parkir gratis dan evaluasi pengelolaan akan menjadi langkah awal menghidupkan kembali pusat perdagangan tersebut.

“Dengan dukungan pemerintah daerah dan DPRD, kami berharap Pasar Tangga Arung Square bisa kembali ramai dan benar-benar menjadi pusat ekonomi masyarakat,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top