• Jum'at, 01 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pembangunan yang belum tuntas di sekitar Lapas Perempuan.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong saat ini mengalami kelebihan (over) kapasitas yang cukup signifikan.

Kondisi ini mendorong perlunya percepatan pembangunan fasilitas tambahan demi meningkatkan kualitas pembinaan dan keamanan.

Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Riva Dilyanti menjelaskan, Lapas tersebut merupakan satu-satunya Lapas khusus perempuan yang melayani wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Akibatnya, jumlah warga binaan yang ditampung terus meningkat setiap tahunnya.

"Kalau dari segi kapasitas, memang kami over kapasitas. Daya tampung hanya 135 orang, tetapi saat ini dihuni oleh 359 warga binaan. Mereka berasal dari seluruh wilayah Kaltimtara, bahkan ada juga dari luar daerah," ujarnya pada KutaiRaya.com, Rabu (29/4/2026).

Kondisi ini membuat sebagian warga binaan perempuan terpaksa dititipkan di lapas laki-laki di wilayah Kalimantan Timur dan Utara. Hal ini dinilai menjadi kendala dalam proses pembinaan.

"Pembinaan tentu tidak bisa berjalan optimal jika masih digabung dengan warga binaan laki-laki. Ini yang menjadi salah satu tantangan kami," tambahnya.

Untuk itu pihaknya telah melakukan pembangunan lapas namun belum tuntas.

Upaya pembangunan sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2024 melalui tahap pertama dengan anggaran sebesar Rp7,5 miliar. Namun, rencana lanjutan tahap kedua yang semula diharapkan masuk dalam program prioritas 2025 sempat tertunda akibat efisiensi anggaran.

Pihak Lapas telah kembali mengajukan anggaran lanjutan yang telah dihitung bersama Dinas Pekerjaan Umum, dengan kebutuhan sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan secara menyeluruh.

Pembangunan tersebut mencakup blok hunian, tembok keliling, hingga rumah dinas petugas.

"Insya Allah, tahun depan bisa menjadi prioritas untuk dilanjutkan. Untuk tahun ini, yang sangat mendesak adalah pembangunan tembok keliling karena kondisinya sudah miring dan cukup mengkhawatirkan bagi lingkungan sekitar," sebutnya.

Dalam rencana pengembangan, lapas akan menambah sekitar 20 kamar hunian baru dengan kapasitas hingga 700 warga binaan. Jika ditambah dengan kapasitas bangunan yang ada saat ini, total daya tampung diperkirakan bisa mencapai sekitar 1.000 orang.

Data sistem pemasyarakatan menunjukkan bahwa jumlah warga binaan perempuan di wilayah Kalimantan Timur dan Utara mencapai sekitar 1.000 orang. Dengan pembangunan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat tertampung secara layak tanpa harus dititipkan di lapas lain.

Selain meningkatkan kapasitas, pembangunan juga diharapkan dapat memperkuat aspek keamanan serta memperluas program pembinaan.

"Kami juga berharap ada penambahan petugas ke depan. Dengan fasilitas yang lebih memadai dan tenaga yang cukup, pembinaan bisa lebih variatif dan mampu mencetak warga binaan yang lebih siap kembali ke masyarakat," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top