• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelatihan Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Mendalam di SD 1 Yayasan Pupuk Kaltim.(Foto: Dok.PGRI Kaltim)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui optimalisasi teknologi digital.

Hal ini diwujudkan melalui program pengabdian Smart Learning and Character Center (SLCC) yang fokus pada penguatan pembelajaran mendalam berbasis digital.

Wakil Ketua IV PGRI Kaltim Bidang Informasi, Komunikasi, Keanggotaan, dan Teknologi Digital, Iryanto, menjelaskan pembentukan SLCC merupakan tugas mandatori organisasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

“Di PGRI ada tugas mandatori yang harus dibentuk, yaitu SLCC. Ini merupakan pusat yang membidangi teknologi dan pembelajaran berbasis digital,” ujar Iryanto, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan saat ini tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi.

Sehingga pelatihan bagi guru menjadi langkah strategis agar mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Pembelajaran melalui internet, digital, dan smartphone harus dipersiapkan. Penggunaan sistem daring maupun luring juga perlu dikuasai guru,” katanya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya PGRI dalam meningkatkan profesionalisme guru, sejalan dengan konsep organisasi yang mengedepankan profesional, sejahtera, berwibawa, dan terlindungi.

Saat ini, lanjut Iryanto, pelatihan difokuskan pada penguasaan teknologi pembelajaran, termasuk pengenalan kecerdasan buatan (AI) yang mulai diterapkan dalam kurikulum terbaru.

“Tahun ini pembelajaran sudah mengarah pada penggunaan AI. Kalau guru tidak dilatih, akan kesulitan, bahkan sekadar mengoperasikan perangkat, apalagi menyiapkan materi pembelajaran,” tuturnya.

Program bertajuk “SLCC Go to School” ini menyasar guru di tiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA di seluruh Kaltim.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pembelajaran berbasis coding dan robotika yang sebelumnya telah diperkenalkan.

“Ini amanah dari PGRI pusat untuk menyongsong digitalisasi pendidikan. Secara nasional ditargetkan satu juta guru mampu menguasai teknologi digital dalam satu semester,” ucapnya.

Melalui program ini, PGRI Kaltim juga aktif menjemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah guna memastikan para guru mendapatkan pelatihan secara langsung.

Ia mengakui meskipun tantangan masih ada, dukungan pemerintah, seperti penyediaan laptop, akses internet, hingga perangkat pembelajaran digital turut meningkatkan semangat guru dalam beradaptasi.

“Sekarang persiapan mengajar lebih praktis dengan teknologi. Ini menjadi motivasi bagi guru untuk terus berkembang,” ujarnya.

Iryanto berharap program SLCC dapat memberikan bekal yang cukup bagi para guru di Kaltim dalam menyampaikan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Harapan kami, guru-guru di Kaltim semakin siap menghadapi pembelajaran digital dan mampu memberikan materi yang lebih baik kepada siswa,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top