• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Keamanan di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat paling tenang, kini mendadak tak aman bagi seorang bocah perempuan berusia 14 tahun di salah satu desa di Kecamatan Anggana.

Senin dini hari (20/4/2026), sekitar pukul 02.00 WITA, ia hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria yang tak lain adalah tetangga depan rumahnya sendiri.

Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP tersebut. Pelaku yang diketahui berusia 23 tahun dan kesehariannya bekerja sebagai nelayan itu, nekat menyelinap masuk ke dalam rumah korban dengan cara melewati lubang jamban kayu di bagian belakang rumah.

Malam itu, korban sedang tertidur pulas di dalam kamar. Di rumah yang hanya dihuni oleh korban dan neneknya itu, sang nenek tidur di tempat berbeda. Tanpa disadari, pelaku berhasil masuk dan langsung menuju kamar korban.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, yang mendampingi kasus ini menuturkan, betapa mengerikannya momen tersebut. Pelaku diduga masuk ke dalam kelambu tempat korban tidur dan mencoba melakukan aksi bejatnya.

"Korban sempat kaget. Begitu terbangun, dia sadar ada orang di dalam kelambunya. Untungnya anak ini berani melawan. Dia sempat memukul pelaku dan berteriak sekuat tenaga memanggil neneknya," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (23/4/2026).

Teriakan minta tolong itu membangunkan sang nenek yang langsung bergegas ke kamar cucunya. Mengetahui ada penyusup, sang nenek yang memang sudah sedia alu (Kayu penumbuk lesung) di dekat tempat tidurnya untuk berjaga-jaga, langsung mencoba menghalau pelaku.

"Nenek korban langsung mengambil alu mau memukul pelaku, tapi malah tersangkut di tali kelambu. Akhirnya terjatuh," sebutnya.

Dalam kondisi yang kacau itu, korban yang tadinya sempat mengejar pelaku, terpaksa berbalik arah untuk menolong sang nenek yang terjatuh. Momen inilah yang membuat pelaku berhasil meloloskan diri melalui jalur yang sama,

"Dugaan pertama melihat ada jejak kaki pelaku di tanah, itu bukti kalau dia memang lewat sana," tambahnya.

Meski pihak keluarga terduga pelaku sempat datang meminta maaf dan meminta agar kasus ini tidak dilanjutkan, pihak keluarga korban menolak tegas.

Sang nenek pun telah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk foto jejak kaki, dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kukar.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah mendampingi korban dan saksi untuk menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 5 jam. Saat ini, mereka sedang menunggu langkah selanjutnya dari pihak kepolisian.

"Kami sudah koordinasi dengan Ibu Kanit PPA Polres Kukar. Kami mempercayakan sepenuhnya proses ini pada kepolisian dan berlaku sebagaimana mestinya. Korban saat ini masih sangat trauma, apalagi kejadiannya tepat di saat dia tidur," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku yang identitasnya masih dirahasiakan demi menghormati asas praduga tak bersalah, dikabarkan masih berkeliaran. Warga sekitar pun kini merasa waswas dengan keberadaan pelaku di lingkungan mereka. (*Zar)



Pasang Iklan
Top