• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Badan Pusat Statistik Kota Samarinda, Supriyanto.(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda dan Badan Pusat Statistik (BPS), dalam upaya memperkuat data dasar pembangunan ekonomi daerah.

Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis, untuk memperkuat basis data pembangunan ekonomi Samarinda, dengan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha tanpa sampling. Namun, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada tingkat kepercayaan dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi, sehingga diperlukan dukungan sosialisasi intensif dari berbagai pihak.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.

“Sensus ekonomi ini sangat penting karena dilakukan setiap 10 tahun sekali. Dari situ kita bisa mengetahui kondisi ekonomi terkini Samarinda,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, sensus ini akan dilakukan secara door to door dan mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga besar.

“Ini bukan sampling, tapi semua didata. Mau usaha kecil, menengah, sampai besar, semuanya akan didatangi,” katanya.

Namun, Iswandi mengakui tantangan terbesar dalam pelaksanaan sensus adalah rendahnya kepercayaan masyarakat dalam memberikan data, khususnya terkait aktivitas ekonomi.

“Masyarakat biasanya agak was-was. Kalau ditanya soal usaha dan ekonomi, kadang tidak mau terbuka. Itu yang perlu disosialisasikan,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, DPRD berencana ikut terlibat dalam sosialisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kalau diperlukan, anggota dewan di dapil masing-masing akan turun langsung membantu sosialisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Samarinda, Supriyanto, menegaskan bahwa sensus ekonomi menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan.

“Sensus ini akan mengumpulkan data pelaku usaha, jumlahnya, skalanya, dan kategorinya. Data ini penting untuk kebijakan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil sensus akan digunakan untuk memetakan struktur ekonomi daerah, mulai dari jumlah usaha mikro, kecil, hingga besar di Samarinda.

“Kalau datanya lengkap, kita bisa tahu potensi ekonomi sebenarnya dan arah kebijakan bisa lebih tepat sasaran,” katanya.

BPS juga menilai program penguatan data di tingkat kelurahan, seperti program Kelurahan Cantik (Cinta Statistik), dapat mendukung pelaksanaan sensus ekonomi.

“Kelurahan ini kan punya data sendiri, baik kependudukan maupun ekonomi. Itu bisa jadi penguat untuk sensus ekonomi nanti,” jelas Supriyanto.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif, agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat.

“Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat. Semakin jujur datanya, semakin baik kebijakan yang bisa dibuat,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top