
Kawasan Longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan.(Foto: Ahmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani meminta warga RT 25 Kilometer (KM) 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, untuk bersabar terkait proses relokasi korban pergeseran tanah yang hingga kini belum terealisasi.
Menurut Yani, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran untuk relokasi, termasuk pembangunan tempat tinggal bagi warga terdampak.
Namun pelaksanaannya belum dapat dilakukan karena terkendala kondisi fiskal daerah.
“Itu kan dari lokasi. Sementara kemarin kita sudah anggarkan terkait tempatnya. Tempatnya sudah tuntas dengan pembangunannya, cuma memang belum dilaksanakan penempatannya,” ujar Yani, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, relokasi tersebut seluruhnya dibiayai melalui APBD, baik untuk pengadaan lokasi maupun pembangunan hunian.
Karena itu, prosesnya sangat bergantung pada kesiapan anggaran daerah.
Pada 2025 lalu, kata dia, sebenarnya program relokasi sudah masuk dalam perencanaan anggaran.
Namun adanya defisit anggaran membuat realisasinya harus tertunda.
Meskipun begitu, DPRD Kukar memastikan relokasi warga tetap menjadi komitmen pemerintah kabupaten.
Yani menegaskan, warga tidak perlu khawatir karena relokasi tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
Ia meminta masyarakat terdampak untuk tetap tenang sambil menunggu tahapan pelaksanaan dapat berjalan.
Selain menyoroti relokasi, Yani juga meminta pemerintah kabupaten memikirkan kondisi kehidupan sehari-hari warga selama masa penantian.
Menurutnya, dukungan kebutuhan dasar bagi korban harus menjadi perhatian utama.
“Yang penting dalam kondisi sekarang adalah bagaimana kehidupan setiap harinya tetap dipikirkan pemerintah kabupaten, termasuk pihak ketiga supaya tetap mendukung keberadaan mereka sambil menunggu relokasi,” katanya.
DPRD Kukar, lanjut Yani, akan terus mengawal agar proses relokasi warga terdampak pergeseran tanah di Desa Batuah dapat segera terealisasi begitu kondisi anggaran memungkinkan.
Sehingga warga bisa segera mendapatkan hunian baru yang aman dan layak.
Sementara itu Ketua RT 25 Desa Batuah, Idris, menjelaskan sejak musibah pergeseran tanah itu terjadi, warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Sebagian besar menumpang di rumah keluarga, sementara beberapa lainnya pindah ke kawasan Jalan Hasanuddin yang berjarak sekitar 900 meter dari titik longsor," ucapnya. (Ary)