• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas PU Kukar Wiyono.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Taman Miniatur Tenggarong yang pernah menjadi ikon wisata keluarga di ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini siap bangkit dari keterpurukan.

Setelah bertahun-tahun terbengkalai dan tak terurus, kawasan yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah itu akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Beberapa hari lalu, DPRD Kukar bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah instansi terkait turun langsung meninjau ke lokasi.

Sidak tersebut membuka fakta bahwa taman miniatur yang dahulu ramai dikunjungi warga, kini berada dalam kondisi memprihatinkan, yakni fasilitas rusak, rumput liar meninggi dan sarana dasar, seperti listrik dan air belum tersedia.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan fokus pemerintah saat ini bukan mencari siapa yang harus disalahkan atas proyek mangkrak tersebut, melainkan memastikan aset daerah yang telah menelan biaya besar itu bisa kembali hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini bukan soal mencari siapa salah dan siapa benar. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana aset yang sudah dibangun dengan dana APBD puluhan miliar rupiah ini bisa difungsikan kembali,” ujar Wiyono.

Menurutnya, Taman Miniatur Tenggarong memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali menjadi ruang publik edukatif, tempat rekreasi keluarga, hingga wahana pembelajaran bagi anak-anak sekolah.

Namun sebelum itu, sejumlah persoalan mendasar harus segera dibenahi.

Dua kebutuhan utama yang menjadi prioritas adalah sambungan listrik dan pasokan air.

Tanpa keduanya, taman tidak mungkin beroperasi secara optimal.

Pemerintah juga menilai perlunya rumah penjaga agar kawasan tersebut memiliki pengawasan tetap dan tidak kembali rusak, setelah dibersihkan.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar berencana menggelar aksi gotong royong besar-besaran pada Jumat mendatang.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilibatkan untuk membersihkan area taman dari semak belukar dan sampah yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Tak hanya dibersihkan, taman itu juga akan segera dibahas dalam rapat koordinasi lintas OPD bersama kecamatan, kelurahan, hingga RT setempat.

Pemerintah ingin memastikan siapa pihak yang paling siap mengelola taman agar tidak kembali terbengkalai.

Wiyono mengingatkan, revitalisasi taman miniatur tidak cukup hanya dengan memperbaiki fisik bangunan.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan adanya aktivitas rutin di dalamnya.

Tanpa kegiatan, taman itu dikhawatirkan kembali sepi dan rusak.

“Kalau hanya dibersihkan tanpa ada kegiatan, satu bulan kemudian rumput tinggi lagi dan kembali terbengkalai. Karena itu setelah dibenahi, taman ini harus langsung diisi aktivitas,” tuturnya.

Kini harapan baru mulai tumbuh bagi Taman Miniatur Tenggarong.

Setelah lama tertidur dalam sunyi, ikon wisata yang sempat berjaya itu diharapkan kembali menjadi kebanggaan warga Kukar dan ruang rekreasi yang hidup bagi masyarakat. (Dri)



Pasang Iklan
Top