Foto:ilustrasi
TENGGARONG,(KutaiRaya.com) Pedagang pasar malam di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan sepi pembeli.
Hal itu diduga akibat perekonomian daerah melemah, sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang pasar malam, Aulia mengatakan, kondisi pasar malam saat ini sangat memprihatinkan.
Pasalnya, dalam semalam ia hanya mendapatkan sekitar 5 pembeli.
"Lima pembeli ini sangat menyedihkan, karena uang diperoleh di bawah Rp 100 ribu," kata Aulia kepada Kutaiaraya, Selasa (14/4/2026)
Ia menuturkan, produk yang dijualnya, seperti pentol, basreng dan lainnya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah agar bisa meningkatkan daya beli warga, khususnya di pasar malam Tenggarong.
"Jika kondisi pasar malam masih sama seperti ini, maka tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga di rumah," ujarnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat dalam berbelanja lebih sering menggunakan aplikasi online, baik itu produk konveksi maupun kuliner.
"Masyarakat maunya yang praktis, langsung diantar ke tempat tujuan. Tapi kendala kita, tak bisa mempromosikan lewat online," ucapnya.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, pemerintah daerah mendorong para pedagang untuk mempromosikan produknya secara online.
Jika pedagang itu belum bisa menggunakan media online, maka mereka bisa belajar melalui YouTube dan lainnya.
"Penjualan online ini sangat dirasakan dampaknya luar biasa. Terdapat perbedaan antara penjualan online dan melapak, lebih banyak penjualan online," kata Sayid.
Dia berharap para pedagang juga bisa menjaga kualitas produk, kapasitas dan kontinyunitas.
Hal ini harus dijaga agar tak mengecewakan para konsumennya. (ary)