• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pintu Masuk Puncak Bukit Biru.(Foto : Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sempat viral di media sosial karena kebisingan pengunjung yang mengganggu warga sekitar, kawasan wisata Puncak Bukit Biru kini berangsur tertib.

Keluhan warga yang sebelumnya resah akibat suara gaduh terutama pada dini hari, kini mulai teratasi berkat berbagai langkah penanganan dari pengelola setempat.

Diketahui, beberapa waktu lalu postingan di media sosial ramai membahas perilaku pengunjung yang dinilai kurang tertib saat berada di kawasan puncak. Aktivitas seperti berbicara keras hingga berkumpul hingga larut malam bahkan dini hari, sempat mengusik ketenangan warga desa sekitar.

Ketua Pokdarwis Desa Sumber Sari, Dedy membenarkan kondisi tersebut memang sempat terjadi. Namun, saat ini situasi sudah jauh lebih kondusif.

"Memang benar itu sempat terjadi, apalagi waktu itu sempat viral, jadi pengunjung membludak. Tapi sekarang sudah lebih tertib, karena kami langsung melakukan berbagai cara untuk mengatasinya," ujarnya pada KutaiRaya.com, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan pengunjung yang datang dari berbagai arah, termasuk dari Tenggarong dan melewati beberapa desa, sempat menyulitkan pihaknya dalam melakukan pengawasan sejak awal.

"Yang datang itu kan tidak semuanya bisa kami pantau dari awal perjalanan. Kami baru bisa melakukan monitoring saat mereka sudah masuk ke wilayah kami. Di situlah kami mulai memberikan himbauan," ungkapnya.

Sebagai langkah awal, pihak pengelola aktif menyampaikan imbauan melalui media sosial serta langsung di lapangan kepada pengunjung agar menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan kebisingan, terutama pada malam hari.

Tak hanya soal kebisingan, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Kini, pengelola telah menerapkan sistem SOP untuk membatasi barang bawaan pengunjung ke area puncak.

"Kami batasi barang bawaan yang naik ke atas, itu salah satu upaya kami untuk mengurangi sampah. Selain itu, kami juga sudah melarang aktivitas camping di puncak utama," tegasnya.

Sebagai gantinya, pengunjung yang ingin berkemah diarahkan ke area khusus di puncak kedua yang telah disiapkan sebagai bumi perkemahan. Lokasi ini dinilai lebih mudah diawasi dibandingkan puncak utama.

"Kalau mau camping sekarang hanya boleh di puncak kedua. Di situ lebih mudah kami kontrol, jadi aktivitas pengunjung bisa lebih tertib," tuturnya.

Meski berbagai aturan telah diterapkan, ia mengaku masih ada sebagian kecil pengunjung yang kurang disiplin. Untuk itu, tim Pokdarwis rutin melakukan patroli sekaligus kegiatan bersih-bersih setiap minggu.

"Kami tetap rutin naik seminggu sekali untuk membersihkan sampah. Selain itu, kami juga terus mengingatkan pengunjung agar menjaga lingkungan," katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya berharap Puncak Bukit Biru bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman, tertib, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta ketenangan warga sekitar.

"Alhamdulillah hingga saat ini sudah berangsur tertib, kami berharap hal ini terus tertib dan tak menganggu warga sekitar," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top