
Atlet PASI Kukar melakukan latihan rutin.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Di tengah efisiensi anggaran yang masih menjadi tantangan di seluruh Kabupaten atau Kota di Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara justru menunjukkan sinyal optimistisnya jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Tak tanggung-tanggung, persiapan Kukar disebut sudah mencapai 70 persen, presentase ini tak hanya omong kosong. dilihat dari cabor pun bahkan sudah melampaui dari presentase tersebut.
Salah satu cabang olahraga yang menunjukkan kesiapan tingginya, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kukar. Pelatih PASI Kukar, Ladiman, menyebutkan secara teknis, atlet-atletnya sudah hampir sepenuhnya siap.
"Untuk persiapan kami sudah ada. Cuma karena ini lagi mau ada pemilihan calon ketua baru, jadi kita belum tahu nanti ke depannya seperti apa," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tanggal 25 April 2026 mendatang akan digelar musyawarah kabupaten (Muskab) yang akan menentukan kepengurusan baru PASI Kukar. Dari situ, arah kebijakan pembinaan atlet kedepannya akan ditentukan.
Meski begitu, ia memastikan untuk program latihan tidak terganggu. Para atlet tetap digembleng secara rutin setiap hari.
"Kalau latihan, atletik siap saja. Kami siap semua. Latihan rutin tiap hari," tegasnya.
Soal capaian kesiapan, ia bahkan berani mengklaim angka yang lebih tinggi.
"Kalau untuk atletik, mungkin sekitar 80 persen. Bahkan peluang juara umum juga masih terbuka," ucapnya.
Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. Ia menilai peluang medali Kukar cukup besar, terutama di nomor-nomor yang sudah dikuasai, seperti saat ajang POPDA sebelumnya.
Untuk Porprov 2026, PASI Kukar diperkirakan akan menurunkan sekitar 30 hingga 35 atlet. Namun angka tersebut masih bisa berubah, tergantung kebijakan pengurus baru nanti.
"Kemungkinan 30 atau 35 atlet. Tapi kalau ada pengurangan, kita belum tahu karena kepengurusan baru ini kan belum terbentuk," tuturnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, menegaskan, progres ini bukan sekedar angka, melainkan hasil kerja kolektif yang terus berjalan meski dalam keterbatasan.
"Kami terus melakukan persiapan. Bahkan bersama KadisPora Kukar saat rapat kerja di Paser beberapa waktu lalu, sudah kami pastikan bahwa persiapan Kukar telah mencapai 70 persen," ucapnya.
Di balik capaian tersebut, ada kerja yang tak terlihat publik. Staf sekretariat KONI Kukar disebut bekerja siang malam untuk menuntaskan berbagai kebutuhan administrasi.
"Kawan-kawan di sekretariat sedang menyiapkan administrasi terkait Porprov. Mereka bekerja siang malam, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada," lanjutnya.
Namun, di tengah laju persiapan itu, Kukar juga masih menunggu dinamika organisasi di tingkat provinsi. Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi arah kebijakan ke depan.
Hal yang sama juga disampaikan pada Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana. Ia menegaskan, pada capaian 70 persen bukan sekedar klaim semata , melainkan hasil dari proses terukur yang sudah berjalan.
"Yang pertama, kami sudah melakukan ekspos bersama KONI terkait perlengkapan dan kesiapan cabang olahraga. Itu menjadi kunci utama untuk mendapatkan data kebutuhan atlet," ucapnya.
Dari data tersebut, Dispora Kukar mulai menyusun langkah selanjutnya, termasuk pengadaan perlengkapan dan alat tanding.
"Pembelanjaan akan dilakukan sesuai kebutuhan yang sudah dipetakan. Dari situ kami bisa menyimpulkan bahwa persiapan Kukar sudah mencapai 70 persen. Sisanya tinggal pelaksanaan," lanjutnya.
Porprov Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser. Kukar memasang target untuk mempertahankan juara umum di Porprov Sebelumnya.
Optimis itu bukan tanpa dasar. Pada hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebelumnya, Kukar berhasil menempati posisi kedua.
"Mudah-mudahan dengan kesiapan ini, kita bisa naik ke posisi pertama. Itu target kita," tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar atlet Kukar yang dinilai sebagai lumbung talenta olahraga di Kaltum.
"Kami yakin Kukar punya banyak atlet berkualitas. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi itu," katanya.
Meski angka pasti masih dalam tahap finalisasi, jumlah atlet yang akan diberangkatkan diperkirakan mencapai sekitar 1.600 orang. Perhitungan ini masih terus dimatangkan, terutama terkait aspek pembiayaan dan estimasi perolehan medali.
"Perolehan medali ini sangat penting. Bahkan kami sudah menyiapkan rencana reward bagi atlet yang berprestasi. Saat ini sedang dalam proses penyusunan surat untuk disampaikan kepada Bupati terkait estimasi medali di setiap cabor," tutupnya. (*Zar)