• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt Kepala Disperkim Kukar M Aidil.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebanyak 394 unit rumah dibangun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejak 2024 lalu.

Pembangunan ini tak hanya pembangunan rumah baru, tapi juga rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari mendukung program pemerintah pusat, yaitu penyediaan 3 juta rumah untuk MBR.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, Muhammad Aidil mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung program 3 juta rumah tersebut.

Khusus di Kukar, pembangunan tersebut tak hanya bangunan rumah baru yang dikerjakan oleh developer.

Tapi, pembangunan tersebut juga meliputi rehabilitasi RTLH, yang menyasar rumah warga tak mampu berdasarkan data Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK).

"Tahun 2024 sudah ada 300 unit rumah yang dibangun oleh developer maupun rehab RTLH. Dan di 2025 ada sekitar 94 unit rumah, sedangkan 2026 tidak ada kegiatan RTLH karena keterbatasan anggaran," kata M Aidil kepada Kutairaya, Jumat (10/4/2026).

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terhadap kepemilikan rumah yang tidak layak.

Jika di wilayah tertentu masih ada rumah yang belum layak, maka bisa segera dilaporkan.

Sementara itu Kabid Sertifikasi, Klasifikasi, Kualifikasi, dan Registrasi Disperkim Kukar, Roslina menambahkan, program 3 juta rumah itu setiap kabupaten/kota bukan hanya pembangunan perumahan pengembang, tapi meliputi RTLH dan pembangunan rumah yang terdampak relokasi.

"Kabupaten/kota diminta untuk dapat memfasilitasi program pemerintah pusat. Kita tidak berbicara soal perumahan pengembang, apapun itu bentuknya selama menyentuh masalah perumahan jadi laporan kinerja kami," ujar Roslina.

Terpisah, Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Rakhmadan menjelaskan, untuk program RTLH di 2024 ada sekitar 600 rumah yang telah dikerjakan dan di 2025 ada sekitar 90 rumah.

"Untuk tahun ini (2026), sudah kita targetkan 300 rumah, tapi anggaran kita tak ada, dsehingga tidak ada pekerjaan," kata Rakhmadan.

Ia menuturkan, pada 2027 telah menganggarkan sekitar 500 unit rumah untuk dilakukan perbaikan.

Perbaikan itu meliputi atap, lantai dan dinding (Aladin). (Ary)



Pasang Iklan
Top