• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Orado Kukar, Hairendra (kanan) dan Ketua Panitia Pelaksana.(Foto : Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Permainan Domino kini tak lagi sekedar hiburan santai di waktu luang. Di Kutai Kartanegara (Kukar), Domino mulai naik kelas menjadi olahraga berbasis strategi yang bahkan direkomendasikan bagi para atlet senior yang sudah tidak lagi bisa terjun di cabang olahraga (cabor) fisik.

Ketua ORADO Kukar, Hairendra menegaskan, Domino yang sedang dikembangkan saat ini berbeda dari permainan yang selama ini dikenal masyarakat.

Perubahan aturan menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkenalkan versi baru.

"Maksudnya, insya Allah kedepan makanya kita mulai sosialisasikan terus, karena memang warga domino ini aturannya beda daripada domino biasa. Ini yang menjadi PR kami untuk kita pelan-pelan sosialisasikan terus ke masyarakat," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, kepengurusan komunitas domino di Kukar mulai terbentuk sekitar bulan Ramadan 2026. Meski tergolong baru, minat masyarakat disebut sangat tinggi.

"Kalau minat masyarakat mengenai domino ini cukup antusias, ini saja kita batasi kuotanya (turnamen Orado) saat dibuka," tambahnya.

Perbedaan paling mencolok terletak pada sistem permainan dan penghitungan poin. Jika sebelumnya masyarakat mengenal istilah seperti porsi, kini sistem tersebut telah diperbarui untuk menyesuaikan standar yang diajukan ke KONI.

"Insya Allah setelah event ini kita akan mengadakan per kecamatan untuk pembentukan, karena masyarakat di Kukar ini cukup antusias," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Kukar, Derry Wardhana, menyambut baik perkembangan Domino sebagai olahraga alternatif masyarakat yang lanjut usia.

Menurutnya, Domino menjadi solusi bagi para atlet senior yang sudah tidak lagi mampu mengikuti olahraga yang membutuhkan fisik lebih.

"Kegiatan ini menghimpun seluruh lapisan masyarakat, dari junior sampai senior. Terutama untuk para senior yang sudah mungkin tidak bisa berpartisipasi di cabang olahraga yang memakan umur, mereka bisa terfasilitasi di kegiatan ini," ungkapnya.

"Di Domino ini tidak banyak memerlukan fisik maksimal, tapi yang diperlukan adalah pikiran dan strategi," lanjutnya.

Saat ini, pengembangan Domino di Kukar baru menjangkau lima Kecamatan dari total 20 kecamatan yang ada.

"Mudah-mudahan nanti ini bisa berkembang, dari yang awalnya hanya hobi, kedepannya bisa menjadi prestasi. Bisa mewakili kecamatan, kabupaten, bahkan sampai ke tingkat provinsi dan nasional," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top