
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan kerja sama dengan Bulog Samarinda pada 2026 ini.
Adapun kerja sama tersebut, meliputi rencana pembangunan gudang Bulog yang nantinya pihak Bulog akan menampung hasil panen pertanian masyarakat lokal.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah mengatakan, pemerintah daerah telah menawarkan sejumlah lokasi untuk rencana pembangunan gudang Bulog, di antaranya Desa Kelekat Kembang Janggut, Tenggarong Seberang dan Kelurahan Bukit Biru Tenggarong.
"Kami lebih merekomendasikan pembangunan gudang itu berada di Bukit Biru. Karena kalau di Kembang Janggut itu potensinya Kelapa Sawit dan aset di Tenggarong Seberang masih ingin dimanfaatkan," kata Sayid kepada Kutairaya, Jum
Ia menjelaskan, pembangunan gudang ini bertujuan untuk menstabilkan harga hasil panen pertanian, khususnya padi sawah atau gabah petani.
"Jadi petani tak perlu khawatir lagi dalam menjual hasil panennya. Nantinya Bulog yang menampung, sehingga harga itu tak dipermainkan oleh tengkulak," ujarnya.
Pihaknya meyakini keberadaan gudang Bulog di Kukar nantinya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Selain menampung hasil panen petani, pastinya Bulog juga menyerap tenaga kerja lokal.
"Kami berharap, pembangunan gudang Bulog ini bisa segera direalisasikan. Kami selalu membuka peluang investasi di Kukar," ucapnya.
Sementara itu Petani Bukit Biru, Kaliman menuturkan, selama ini menjual gabah kepada tengkulak.
Jika berasnya dijual sendiri, maka akan sulit atau lama habis.
"Sedangkan kami perlu perputaran uang cepat. Sehingga bisa menanam lagi," kata Kaliman.
Ia mengatakan, rencana pembangunan gudang Bulog ini sangat baik.
Keberadaan Bulog nantinya diharapkan dapat menampung hasil panen pertanian padi sawah dengan harga maksimal.
"Jika pengambilan Bulog bisa selisih Rp. 1.000-2.000 dari tengkulak, ini sangat lumayan bagi tambahan petani," tuturnya. (Ary)