
Bangunan Kopdes Merah Putih Desa Loa Raya.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Hingga saat ini, ada 4 Kopdes telah mencapai progres 100 persen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar, Muhammad Reza, menyampaikan 4 wilayah tersebut, meliputi Desa Panca Jaya dan Desa Cipari Makmur di Kecamatan Muara Kaman, Kelurahan Kampung Lama di Kecamatan Samboja, serta Desa Tanah Datar di Kecamatan Muara Badak.
“Untuk yang sudah 100 persen ada 4 lokasi. Selain itu, ada juga beberapa desa yang progresnya sudah mendekati rampung,” ujar Reza, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah desa lain saat ini berada pada tahap penyelesaian sekitar 90 persen, di antaranya Desa Sabintulung dan Desa Lebaho Ulaq di Kecamatan Muara Kaman, serta Desa Loa Raya di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Menurut Reza, tahapan yang sedang berjalan saat ini masih difokuskan pada penyiapan lahan.
Hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, di mana penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, baik pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi.
“Pemerintah daerah menyiapkan lahan, sementara kelembagaan koperasi pada dasarnya sudah terbentuk. Nantinya, pihak koperasi akan berkoordinasi dengan desa untuk disampaikan kepada Agrinas sebagai pihak yang membangun,” katanya.
Reza mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait persyaratan minimal jumlah penduduk untuk pembentukan Kopdes Merah Putih yang ditetapkan sebanyak 500 jiwa.
“Ada beberapa desa yang jumlah penduduknya belum memenuhi syarat tersebut. Selain itu, ada juga desa dengan kondisi geografis tertentu, seperti tidak memiliki daratan,” ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat disebut akan menyiapkan skema lanjutan pada tahap kedua.
Skema ini mencakup penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Detail Engineering Design (DED), termasuk kemungkinan pembangunan koperasi dengan konsep panggung yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Sementara itu Ketua Kopdes Merah Putih Desa Loa Raya, Muhammad Fikri Khairi, menyampaikan progres pembangunan koperasi di wilayahnya telah mencapai 91 persen.
Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pelatihan bagi para anggota koperasi.
“Progres kami sudah 91 persen, dan sekarang fokus pada persiapan pelatihan anggota agar koperasi bisa segera beroperasi optimal,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Dri)