
Skatepark yang berada di Taman Pujasera.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Rencana perombakan skatepark berstandar nasional di kawasan Taman Pujasera mendapat sambutan positif dari komunitas olahraga ekstrem. Namun, di balik antusias tersebut, muncul kekhawatiran dari para rider terkait keberadaan playground yang dinilai berpotensi membahayakan.
Salah satu rider dari Komunitas BMX Derry atau yang akrab disapa Gemon secara tegas, menyuarakan penolakannya terhadap keberadaan area bermain anak yang terlalu dekat dengan skatepark.
Pengalaman di daerah lain menunjukkan risiko yang tidak bisa dianggap sepele.
"Jangan, jangan sampai ada playground, karena di luar sering kelahi. Anak-anak dikiranya di sini tempat mainan, malah jadi ketabrak, jadinya kelahi," ujar Derry pada Kutairaya.com, Senin (30/3/2026) lalu.
Sebelumya telah terjadi kejadian serupa di Pulau Jawa, untuk itu kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran penting agar tidak terulang di lokasi baru.
"Contohnya di Jawa, kemarin tuh ada kejadian kelahi. Harapannya nanti dilarang ada playground di sini bang ya. Kalau ada, lebih jauh lah dari sini, agak digeser atau gimana gitu," lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memastikan, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap masukan dari komunitas.
Ia menyebutkan, untuk evaluasi terhadap rencana pembangunan playground sudah dilakukan.
"Artinya tadi ada evaluasi juga lokasi playground yang direncanakan oleh PU, dan kami sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera meniadakan playground di sekitar area olahraga ekstrem," tegasnya.
Menurutnya, skatepark merupakan fasilitas untuk olahraga ekstrem yang memiliki risiko tinggi, sehingga tidak boleh berdampingan langsung dengan area bermain anak-anak.
"Ini olahraga ekstrem. Jangan sampai nanti ada playground anak-anak di sampingnya. Tujuannya memang mulia, untuk menghibur anak-anak dan memberikan fasilitas gratis bagi keluarga. Tapi kalau malah jadi bahaya, itu harus kita hindari," ungkapnya.
Sama hal nya, ia menyinggung kejadian di Jawa yang menjadi perhatian pemerintah.
"Banyak sekali ibu-ibu bertengkar dengan komunitas gara-gara anaknya ketabrak. Ini yang tidak kita inginkan terjadi di sini," tutupnya. (*Zar)