• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ruangan Traffic Camera Center Milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda.(Foto : Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, terus memaksimalkan fungsi Traffic Camera Center sebagai pusat pemantauan lalu lintas, guna meningkatkan pengawasan dan respons terhadap berbagai persoalan di jalan.

Sistem Pengawasan Traffic Camera ini mengintegrasikan kamera milik Dishub dan Kominfo di sejumlah titik strategis, meski masih menghadapi keterbatasan jumlah perangkat, dan sumber daya dalam menjangkau seluruh wilayah kota secara optimal, namun Dishub terus berupaya memaksimalkan kemampuan alat - alat yang tersedia sebagai mungkin.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Samarinda melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Arus Jalan (LLAJ) Dishub Kota Samarinda, Boy Leonardo Sianipar menjelaskan, sistem ini menjadi alat penting dalam memonitor kondisi lalu lintas secara langsung di berbagai titik di Kota Samarinda.

“Ini merupakan ruangan kontrol untuk pengamatan lalu lintas di seluruh Kota Samarinda. Jadi kita bisa melihat kondisi real-time di lapangan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Saat ini, sistem pemantauan tersebut terbagi menjadi dua sumber utama kamera, yakni milik Dishub dan kamera milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Samarinda, yang juga terintegrasi dengan aplikasi publik.

Dari sisi Kominfo, terdapat sekitar 29 titik kamera yang dapat diakses masyarakat. Sementara itu, Dishub memiliki kamera tambahan di sejumlah titik strategis, khususnya di lokasi yang belum terjangkau sistem Kominfo.

“Kalau ada wilayah yang belum ter-cover Kominfo, Dishub yang melengkapi. Jadi kita tidak ingin tumpang tindih, tapi saling melengkapi,” jelasnya.

Meski di beberapa lokasi terlihat terdapat dua kamera sekaligus, Boy menegaskan hal tersebut bukan tanpa alasan. Salah satunya terjadi di simpang Air Putih, di mana kamera Dishub memiliki kemampuan rotasi untuk menangkap sudut yang tidak bisa dijangkau kamera statis milik Kominfo.

“Kalau kamera Kominfo itu terbatas gerakannya, sedangkan kamera Dishub bisa berputar. Jadi bisa menangkap kondisi yang lebih luas,” tambahnya.

Melalui Traffic Camera Center ini, Dishub juga dapat melakukan verifikasi cepat terhadap laporan masyarakat. Menurutnya, tidak semua laporan kondisi lalu lintas yang masuk selalu akurat atau masih relevan saat ditindaklanjuti.

“Ada laporan masyarakat yang bilang macet, tapi saat kita cek ternyata sudah lancar. Jadi kita verifikasi dulu sebelum ditindaklanjuti,” katanya.

Selain itu, sistem ini juga dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai pelanggaran seperti parkir liar, kendaraan mogok, hingga potensi kemacetan di titik-titik rawan.

Namun demikian, keterbatasan masih menjadi tantangan, terutama dari sisi jumlah kamera dan sumber daya manusia. Saat ini, Dishub hanya memiliki sekitar delapan unit pemantauan aktif untuk mengawasi seluruh wilayah kota.

“Kita tidak bisa pantau semua titik secara maksimal karena keterbatasan. Tapi ini terus kita optimalkan,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top