• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Kaltim. H. Muhammad Awaluddin. (Foto : Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Cabang olahraga Domino mulai bertransformasi menjadi ajang kompetitif di Kalimantan Timur (Kaltim), setelah Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalimantan Timur membentuk sistem pembinaan dan menyiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), sebagai jalur seleksi menuju tingkat nasional.

Olahraga domino di Kalimantan Timur mulai bertransformasi, menjadi cabang kompetitif setelah ORADO Kaltim membangun sistem pembinaan dan menyiapkan Kejuaraan Provinsi, sebagai ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional. Dengan kepengurusan yang telah terbentuk di 10 kabupaten/kota, ORADO menghadirkan kompetisi resmi lengkap dengan kategori usia, aturan pertandingan, serta pelatihan wasit, sebagai upaya mengangkat domino dari permainan informal, menjadi olahraga terstruktur yang siap bersaing di tingkat nasional.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Kaltim, H. Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), sebagai ajang seleksi atlet menuju tingkat nasional.

“Dalam waktu dekat, tanggal 10 sampai 12, kami akan menggelar Kejurprov. Saat ini pengurus sudah terbentuk di 10 kabupaten/kota,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, Kejurprov tersebut menjadi tahapan penting dalam menjaring atlet terbaik yang nantinya akan mewakili Kalimantan Timur, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

“Insyaallah tanggal 24 sampai 26 kami akan ikut Kejurnas di Bogor. Pemenang dari Kejurprov akan kita kirim mewakili Kaltim,” jelasnya.

Awaluddin menegaskan, kehadiran ORADO menjadi wadah resmi bagi para pecinta domino, yang selama ini identik dimainkan secara informal.

“Sekarang sudah ada wadah resmi untuk atlet domino. Jadi tidak lagi dimainkan di pinggir jalan atau pos ronda, tapi sudah menjadi olahraga yang terstruktur,” tegasnya.

Dalam kompetisi yang digelar, ORADO membagi kategori menjadi dua kelas, yakni junior usia 14–18 tahun, dan senior di atas 18 tahun.

“Sementara ini yang dibuka masih kelas putra dan dimainkan secara berpasangan, dengan sistem penilaian yang sudah diatur secara resmi,” katanya.

Ia menambahkan, ORADO juga telah menyiapkan perangkat organisasi secara lengkap, termasuk pelatihan wasit dan penyusunan regulasi pertandingan.

“Kami sudah melaksanakan pelatihan perwasitan dan penyusunan aturan. Jadi organisasi ini berjalan secara profesional dan terstruktur,” ungkapnya.

Dengan persiapan tersebut, ORADO Kaltim optimistis mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa pulang prestasi.

“Kami optimistis atlet-atlet Kaltim bisa memberikan hasil terbaik di Kejurnas nanti,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top