
Launching Aplikasi SITARUM.(Foto: Kelurahan Timbau)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berinovasi dalam meningkatkan layanan publik.
Kali ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Sanitasi dan Air Minum (SITARUM), sebuah platform digital yang memungkinkan pengelolaan data dilakukan secara real time hingga ke tingkat RT.
Peluncuran SITARUM ini digelar pada Senin (16/3/2026) di Kantor Disperkim Kukar.
Ini menjadi tonggak baru dalam transformasi digital sektor sanitasi dan air minum di daerah.
Plt Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil, menegaskan kehadiran SITARUM bukan sekadar aplikasi, melainkan solusi atas berbagai persoalan klasik dalam pengelolaan data di lapangan.
“Selama ini data sering tidak sinkron dan belum terintegrasi. Dengan SITARUM, semua data bisa dihimpun secara cepat, akurat, dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Aplikasi ini dirancang dengan sistem berjenjang, mulai dari RT sebagai garda terdepan pendataan.
Melalui smartphone, ketua RT dapat langsung menginput kondisi sanitasi dan air minum warga di wilayahnya.
Kemudian data ini diverifikasi oleh pemerintah desa atau kelurahan sebelum diteruskan ke tingkat kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kepala Bidang PSU Disperkim Kukar, Supriyadi Agus, menjelaskan sistem ini akan mempermudah pemerintah dalam memetakan kebutuhan riil masyarakat.
“Dengan satu platform terpusat, proses pemantauan dan evaluasi program menjadi lebih efektif. Ini juga mempercepat pengambilan kebijakan berbasis data,” katanya.
Selain itu, SITARUM juga akan terhubung dengan program strategis, seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Integrasi ini diharapkan mampu memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Masalah sanitasi sendiri masih menjadi perhatian serius, karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Sanitasi yang buruk diketahui dapat memicu berbagai penyakit, seperti diare hingga stunting.
Dengan hadirnya SITARUM, Disperkim Kukar optimistis kualitas layanan sanitasi dan air minum akan semakin meningkat.
Selain itu, keterlibatan aktif RT dalam sistem ini juga menjadi kunci keberhasilan pengumpulan data yang akurat dari lapangan.
Sementara itu Lurah Timbau, Marten Hedy Yudha Murhans menilai aplikasi ini akan sangat membantu tugas RT dalam melakukan pendataan.
“Ini langkah maju. Selain mempermudah kerja RT, data yang dihasilkan juga lebih rapi dan bisa langsung dimanfaatkan pemerintah,” katanya.
Melalui SITARUM, Kukar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan berbasis digital, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. (Dri)