
Peninjauan Bupati Kukar Bersama Forkopimda di Pasar Mangkurawang.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, perwakilan Bank Indonesia, serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan peninjauan langsung ke Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Senin (16/3/2026), guna memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan stok bahan pokok, sekaligus memantau stabilitas harga di pasaran agar tetap terkendali jelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
Aulia mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
“Tujuan kita melakukan peninjauan ini, pertama untuk memastikan kebutuhan bahan pokok menjelang Lebaran terpenuhi. Alhamdulillah setelah kita cek langsung di dalam pasar, secara jumlah stoknya tersedia,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memantau perkembangan harga sejumlah komoditas guna mencegah lonjakan yang dapat memicu inflasi di daerah.
Dari hasil pemantauan, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas wajar.
“Kita juga memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan untuk menjaga inflasi daerah. Memang ada beberapa komoditas, seperti daging dan ayam yang sedikit naik, tetapi itu masih dalam kondisi wajar menjelang Lebaran,” tuturnya.
Aulia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena ketersediaan bahan pokok di Kukar masih mencukupi.
“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Kukar untuk tidak panic buying. Stok kita cukup dan harga relatif stabil,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Tenggarong, untuk berbelanja di Pasar Mangkurawang karena berbagai kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang stabil.
“Semua kebutuhan ada di sini dan harganya relatif stabil,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga cukup bersyukur karena sejumlah komoditas, seperti beras, telur, dan ayam sudah banyak dipasok dari produksi lokal.
Hal ini menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah ke depan.
“Kita ingin ke depan lebih memperkuat produksi lokal, termasuk menghadirkan beras premium dari daerah sendiri melalui kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan secara umum harga bahan pokok penting (bapokting) pada minggu kedua Maret mengalami fluktuasi, baik kenaikan maupun penurunan.
“Contohnya yang naik, seperti cabai, sedangkan yang turun, seperti beras dan beberapa komoditas lainnya. Namun secara umum stok barang tersedia dan mencukupi,” ujarnya.
Ia mengemukakan, daya beli masyarakat masih relatif stabil karena harga yang beredar di pasaran masih dalam batas kewajaran.
Menurut Sayid, peningkatan permintaan jelang Idulfitri merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun.
Hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat, sementara produksi barang cenderung tetap.
“Kondisi ini memang selalu terjadi setiap tahun menjelang Lebaran karena permintaan meningkat signifikan, sementara produksi tidak berubah terlalu banyak,” katanya.
Kendati demikian, ia memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak mengkhawatirkan.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
Tim ini melibatkan berbagai unsur, seperti pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, serta instansi terkait lainnya untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Dengan adanya Satgas Pangan, pedagang juga lebih berhati-hati untuk tidak menaikkan harga secara semena-mena. Ini sangat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga,” ucapnya. (Dri)