Ilustrasi perayaan Hari Raya Nyepi (medsos Pinterest)
TENGGARONG,(Kutairaya.com): Menyambut perayaan Hari Raya Nyepi 2026, warga umat Hindu sedang melakukan sejumlah persiapan.
Adapun persiapan yang dilakukan adalah membentuk panitia, menyiapkan sesajen untuk sembahyang, hingga arak-arakan Ogoh-Ogoh.
Ketua Wanita Hindu Darma Indonesia, Nyoman Surada mengatakan, hari raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026.
Hari raya Nyepi dimaknai dengan menyucikan diri, untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersih.
"Pelaksanaan ibadah nantinya dilakukan di Pura Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong," kata Nyoman Surada kepada Kutairaya, Jum
Ia mengatakan, sebelum memasuki hari raya Nyepi, umat Hindu diwajibkan untuk mengikuti beberapa ritual, seperti Malasti atau persembahyangan di sumber air.
Kemudian, Tawur Kesanga, yaitu ritual pembersihan alam dari roh jahat, diiringi pawai Ogoh-ogoh sebagai simbol menetralisir kekuatan negatif, yang dilaksanakan pada 18 Maret 2026.
Selanjutnya, ritual puncak Nyepi, di antaranya Amati Geni, yaitu tak menyalakan api atau lampu, termasuk menahan hawa nafsu.
Amati karya, yaitu tak bekerja atau beraktivitas. Amati Lelungan, yaitu tak berpergian atau berdiam diri di rumah. Amati Lelanguan, yaitu tak mencari hiburan atau menikmati kesenangan duniawi.
Dia berharap acara hari raya Nyepi ini bisa berjalan lancar dan penuh khidmad.
Pihaknya juga mengapresiasi kepada panitia atau jamaat, yang turut menyukseskan perayaan hari raya Nyepi.
"Persiapan perayaan hari raya Nyepi telah mencapai 85-90 persen," ucapnya. (ary)