• Kamis, 12 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kontingen Cabor Gulat Kukar diajang BK Porprov Kaltim 2025.(Foto: Dok. Gulat Kukar)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com) : Pelaksanaan ajang Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2025 sempat membuat sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kukar harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu selama kegiatan berlangsung.

Hal ini terjadi karena mekanisme keuangan yang diterapkan pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar mengharuskan kegiatan berjalan terlebih dahulu sebelum pencairan anggaran dilakukan.

Salah satu cabor yang merasakan mekanisme tersebut adalah cabor gulat Kukar. Sekretaris Gulat Kukar, M Juliharto menjelaskan selama mengikuti BK Porprov, pihaknya harus mendahulukan beberapa kebutuhan atlet, terutama konsumsi.

Menurutnya, sistem yang digunakan sebenarnya mirip dengan mekanisme perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN).

"Itu kemarin sistemnya seperti ASN pada umumnya. Kegiatan jalan dulu, setelah itu baru pengSPJ an diselesaikan. Setelah dokumen lengkap, baru tagihannya bisa keluar," ujarnya pada Kutairaya.com, Selasa (10/3/2026).

Ia mengaku, mekanisme tersebut sempat menjadi kendala bagi cabor karena mereka harus mencari solusi agar kebutuhan atlet tetap terpenuhi selama kegiatan berlangsung.

"PPTKnya kan tidak bisa langsung untuk mendahulukan, jadi cabor yang harus cari solusi dulu. Tapi setelah kegiatan selesai dan SPJ lengkap, penggantian dananya sudah keluar," ucapnya.

Ia menyebutkan, dukungan anggaran dalam kegiatan BK Porprov mencakup tiga komponen seperti akomodasi, transportasi, dan uang harian.

"Modelnya sama seperti perjalanan dinas ASN. Ada akomodasi, transportasi, dan uang harian, itu saja," katanya.

Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua kebutuhan bisa langsung ditanggung. Karena itu, pihak gulat Kukar hanya mendahulukan kebutuhan dasar, seperti konsumsi atlet selama mengikuti pertandingan.

"Untuk transportasi dan penginapan ada bantuan dari pihak ketiga. Kami dari cabor hanya mendahulukan konsumsi anak-anak selama di sana," tuturnya.

Tim gulat Kukar sendiri membawa sekitar 40 lebih atlet dengan didampingi empat pelatih dan ofisial. Mereka menjalani pertandingan selama kurang lebih lima hari.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan event olahraga sebelumnya.

"Kalau dulu dana Dispora disalurkan melalui KONI. Jadi sebelum berangkat kami ajukan proposal ke KONI, lalu dana langsung keluar sebelum event dimulai. Sekarang mekanismenya berbeda karena dikelola langsung oleh Dispora," tambahnya.

Ia juga mengaku, jika seluruh kebutuhan harus didahulukan oleh cabor, tentu akan cukup berat.

"Kalau semua harus cabor yang mendahulukan, ya kita angkat tangan juga. Paling kami bisa untuk konsumsi saja, sementara uang saku atlet kemarin tertunda dan baru dibayarkan setelah kegiatan selesai," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana membenarkan mengenai mekanisme tersebut, keuangan dalam kegiatan BK Porprov memang menggunakan sistem penggantian setelah kegiatan selesai.

Menurutnya, sistem ini bukan untuk mempersulit atlet maupun cabor, tetapi mengikuti aturan pengelolaan keuangan pemerintah.

"Memang mekanisme keuangannya seperti itu. Kalau dulu zaman hibah di KONI bisa diberikan di awal. Tapi sekarang karena dikelola Dispora, mekanismenya disamakan seperti perjalanan dinas ASN, kegiatan berjalan dulu, setelah mereka pulang baru kita bayarkan," ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam sistem keuangan pemerintah tidak memungkinkan pembayaran dilakukan sebelum kegiatan benar-benar dilaksanakan dan bukti administrasi diserahkan.

"Tidak mungkin kita membayar sebelum mereka berangkat. Bagaimana kita tahu mereka benar-benar berangkat dan bertanding? Makanya setelah mereka pulang dan menyerahkan dokumentasi serta laporan kegiatan, baru bisa diganti," paparnya.

Meski begit, pihaknya tetap berupaya untuk memberikan dukungan terbaik bagi para atlet yang bertanding membawa nama daerah.

"Kami tidak ingin mempersulit atlet. Mereka ini pahlawan daerah yang berjuang meraih medali. Yang penting kita koordinasikan dengan baik supaya semuanya bisa berjalan lebih mudah," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top