• Rabu, 11 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara memastikan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan alat tanding bagi cabang olahraga yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim.

Meski dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung kebutuhan atlet.

Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana mengatakan, sejumlah cabor telah mengusulkan kebutuhan alat tanding melalui ekspos cabor yang digelar KONI Kukar.

Saat dikonfirmasi mengenai usulan alat tanding dari PODSI Kukar, dimana anggaran yang diusulkan terbilang fantastis, yang mencapai angka Rp 1 M lebih.

Usulan tersebut sebelumnya telah dipaparkan dalam kegiatan ekspos cabang olahraga yang digelar oleh KONI Kukar. Namun, hingga saat ini pihak Dispora masih menunggu laporan lengkap hasil ekspos tersebut.

"Saya belum ada laporan terkait hasil ekspos kemarin. Informasinya masih berjalan, teman-teman juga masih dalam tahapan merincikan atau mendetailkan kebutuhan mereka," ujarnya pada Kutairaya.com, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, Dispora sebagai instansi yang membidangi olahraga harus terlebih dahulu merekap seluruh kebutuhan alat tanding dari masing-masing cabor sebelum menentukan skema penganggaran.

Ia menerangkan, untuk alat tanding sendiri merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi atlet dalam menghadapi kompetisi.

"Alat tanding ini sangat penting. Kalau diibaratkan orang berperang, mereka seperti senjata. Jadi kita harus pastikan benar-benar sesuai kebutuhan mereka," jelasnya.

Meski begitu, Dispora juga tetap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang saat ini berada dalam situasi efisiensi anggaran. Karena itu, setiap usulan akan dianalisis secara cermat agar tetap rasional namun tetap mendukung performa atlet.

"Kalau memang benar itu kebutuhan mereka, kenapa tidak kita dukung. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan yang berlebihan, karena kita tahu kondisi pembiayaan saat ini," katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk daerah yang tetap mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan alat tanding Porprov, meski tidak seluruh kebutuhan bisa dipenuhi.

"Alhamdulillah kita masih menganggarkan. Artinya pemerintah daerah masih memberi peluang bagi teman-teman cabang olahraga untuk mempersiapkan diri," tuturnya.

Terkait kemungkinan adanya batas maksimal anggaran untuk setiap cabor, ia mengatakan mekanisme tersebut tidak selalu bisa diterapkan karena setiap cabor memiliki kebutuhan yang berbeda.

"Kita melihat ini berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Kalau ada cabang olahraga yang memang memerlukan alat dengan harga tertentu, tentu sulit juga kalau kita batasi," imbuhnya.

Ia mencontohkan untuk cabor angkat besi yang membutuhkan perlengkapan khusus seperti sepatu dengan standar tertentu agar aman digunakan saat mengangkat beban ratusan kilogram.

"Kalau sepatunya di bawah standar, bisa berbahaya bagi atlet. Makanya kita harus melihat kualitasnya juga," tambahnya.

Lebih lanjut, bahwa pihaknya menegaskan, pemerintah daerah tetap berusaha memaksimalkan mungkin untuk dukungan alat tanding, agar target prestasi di Porprov Kaltim bisa tercapai.

"Yang kita inginkan bagaimana dengan kondisi anggaran seperti ini, perolehan medali kita di Porprov tetap bisa maksimal," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top