• Selasa, 10 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet Gulat Kukar yang tengah melakukan latihan rutin di GOR Rondong Demang. (Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Cabang olahraga (cabor) Gulat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk pengadaan alat tanding yang akan digunakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.

Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan ekspos yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kepada seluruh cabang olahraga beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan itu, masing-masing cabor diminta memaparkan kebutuhan peralatan serta anggaran yang diperlukan.

Sekretaris Gulat Kukar, M Juliharto mengatakan, pihaknya telah mengikuti proses ekspos dan juga menjalani tahap klarifikasi terkait data pengajuan yang sebelumnya disampaikan.

"Kemarin kami dipanggil oleh KONI bersama seluruh cabor sesuai jadwal masing-masing untuk melakukan ekspos. Hasil ekspos itu juga langsung diklarifikasi lagi, termasuk soal link barang, jumlah barang, sampai asal barangnya dari mana," ujarnya pada Kutairaya.com, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil pengajuan tersebut, cabor gulat Kukar mengusulkan anggaran kurang lebih Rp400 juta untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan atlet.

"Kemarin kurang lebih Rp400 juta kalau tidak salah. Itu meliputi sepatu latihan, sepatu tanding, baju pertandingan, jersey, sama jogging," katanya.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa anggaran yang akan disetujui oleh pemerintah.

"Untuk persetujuannya kami belum tahu, karena kemarin itu baru klarifikasi. Kami hanya mengusulkan saja, nanti disetujui berapa kami juga belum tahu," tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh peralatan yang diajukan merupakan perlengkapan yang telah memenuhi standar cabang olahraga gulat. Hal itu penting karena peralatan tersebut diproyeksikan untuk penggunaan jangka panjang.

"Yang kami usulkan itu sesuai standar cabang olahraga. Karena biasanya pengadaan seperti ini jangka waktunya bisa sampai empat tahun ke depan, jadi memang harus benar-benar bagus kualitasnya," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya tidak segan menolak apabila peralatan yang diberikan tidak memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan atlet.

"Kalau tidak sesuai spesifikasi ya kami tolak. Kami pernah menolak karena barangnya sangat tidak layak bagi kami. Makanya kemarin saat verifikasi kami sampaikan juga, sebelum membeli barang mereka harus konfirmasi dulu ke cabang olahraga," ungkapnya.

"Harapannya apa yang kami anggarkan bisa terealisasi. Kedepannya juga semoga urusan anggaran bisa lebih dipermudah. Kalau bisa, hibah itu dikembalikan lagi ke KONI Kukar," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top