• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Foto : Andri wahyudi/kutairaya)

TENGGARONG, KutaiRaya.com - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga jelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan perbaikan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama pada jalur yang memiliki tingkat mobilitas tinggi jelang Lebaran.

Ia menjelaskan, sebenarnya anggaran untuk perbaikan jalan telah tersedia.

Namun, proses pelaksanaan di lapangan selama ini kerap terhambat oleh persoalan administratif serta koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Selama ini bukan karena anggaran tidak ada. Justru anggaran sudah disiapkan, tetapi eksekusinya yang sering terkendala administrasi. Kami sudah melakukan koordinasi dengan BLP, Inspektorat, dan OPD teknis agar hambatan ini bisa segera diselesaikan," ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Salah satu kawasan yang menjadi fokus penanganan adalah wilayah Sebelimbingan.

Untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh di kawasan tersebut, ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 130 miliar.

Sehingga Pemkab Kukar menerapkan skema penanganan bertahap sesuai skala prioritas.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan rigid beton dan Rp 5 miliar untuk kegiatan pemeliharaan jalan di kawasan tersebut.

Menurut Aulia, selain pembangunan jalan permanen, pemerintah juga akan melakukan penanganan cepat pada titik-titik kerusakan agar kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat.

"Kami ingin memastikan jalan tidak berlubang dan tetap layak dilintasi. Alat berat juga akan disiagakan untuk meratakan kembali jalan yang rusak akibat hujan. Target kami sebelum Lebaran titik-titik yang rawan sudah ditangani," tuturnya.

Penanganan serupa juga akan dilakukan di beberapa wilayah lain di Kukar, seperti Muara Wis, Kota Bangun Darat, Sebulu, hingga ruas jalan di kawasan perkotaan Tenggarong.

Selain untuk mendukung kelancaran arus mudik, perbaikan jalan tersebut juga bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu Kepala Desa Teluk Muda, Aladin, menilai perbaikan jalan di wilayah hulu Kukar sangat mendesak, khususnya pada ruas jalan Kota Bangun–Kenohan yang menjadi jalur utama penghubung antarkecamatan.

Jalur ini tidak hanya digunakan masyarakat menuju Kecamatan Kenohan, tetapi juga menjadi akses penting menuju Kecamatan Kembang Janggut, Tabang hingga perbatasan Kabupaten Kutai Barat.

Menurutnya, kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap distribusi logistik, hasil perkebunan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Maka itu, pemerintah desa berharap Pemkab Kukar dapat mempercepat penanganan jalan, terutama jelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Idulfitri.

"Harapan kami sebelum hari raya sudah ada perbaikan atau minimal pemeliharaan. Karena ini akses utama masyarakat. Kalau jalan terganggu, tentu sangat berdampak bagi warga dan para sopir yang melintas setiap hari," katanya. (dri)



Pasang Iklan
Top