• Minggu, 08 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kue lebaran produksi Mia.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang kue lebaran di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kebanjiran order.

Hal ini dirasakan oleh Mia sejak awal Ramadan 2026.

Ia mengatakan, orderan kue lebaran hingga saat ini ada sekitar 50 orang atau pesanan.

"Pesanan yang diterima ini ada untuk pribadi dalam rangka persiapan lebaran dan ada juga untuk dijual kembali," kata Mia kepada Kutairaya, Sabtu (7/3/2026).

Adapun kue lebaran yang dijual, di antaranya, nastar, cincin, bolu panggang, temu kunci, tole-tole dan lainnya.

"Untuk harga jual kue lebaran ini dimulai dari Rp 13-100 ribu, tergantung dari ukuran kemasan dan tingkat kerumitannya," ucapnya.

Ia mengaku tahun sebelumnya pada 2025 orderan kue lebaran bisa mencapai 100 kg.

Ia berjualan kue lebaran ini hanya pada momen lebaran saja.

"Saya berharap, tahun ini bisa mencapai Rp 100 kg juga. Jika bisa menghabiskan 100 Kg untuk omzet yang diperoleh sekitar Rp 15 juta, untuk saat ini baru dapat sekitar Rp 7-8 juta," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Santy Efendi menilai produk UMKM lokal ini juga tak kalah saing dengan brand yang terkenal.

Tapi UMKM lokal masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu kemasan, izin usaha dan lainnya.

"Kami komitmen melakukan peningkatan kapasitas pelaku maupun kualitas dari produk UMKM itu sendiri," ujar Santi.

Menurutnya, saat ini generasi milenial lebih cenderung untuk mengabadikan momen.

Hal ini sebenarnya bagian dari mempromosikan produk UMKM.

Untuk itu, pelaku UMKM harus memiliki terobosan, dalam menarik perhatian konsumen.

"Pelaku UMKM harus punya inovasi dan sampaikan ke kami terhadap apa yang bisa dibantu," ucapnya.

Dia berharap pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera. (Ary)



Pasang Iklan
Top