
Pedagang pakaian di kawasan Masjid Agung Tenggarong.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang pakaian di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan sepi pembeli selama Ramadan 2026.
Pendapatan yang diperoleh pedagang hingga pertengahan Ramadan hanya Rp 1,5 juta.
Salah seorang pedagang kain, Primono Ahmad mengatakan, penjualan pakaian selama Ramadan di 2026 ini sangat berbeda daripada tahun sebelumnya 2025 yang bisa mencapai Rp 80 juta hingga akhir Ramadan.
"Penjualan pakaian saat ini sangat menurun drastis, biasanya hingga pertengahan tahun bisa mencapai puluhan juta rupiah," kata Primono kepada Kutairaya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, sepi pembeli ini juga dipengaruhi Pasar Ramadan yang dipindahkan di Tangga Arung Square (TAS), sehingga berdampak terhadap penjualan kain.
"Jika Pasar Ramadan masih dipusatkan di kawasan Masjid Agung, diyakini banyak masyarakat yang membeli takjil dan mampir untuk membeli pakaian," ujarnya.
Dia berharap tahun 2027 mendatang pedagang kain dapat disatukan dengan Pasar Ramadan atau Pasar Ramadan dipindah kembali ke kawasan Masjid Agung.
"Kami hanya pasrah berjualan di sini saja, yang hanya mengandalkan pengunjung yang datang dan tak bisa mempromosikan secara online," ucapnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, untuk meningkatkan penjualan para pedagang bisa belajar mempromosikan secara online.
Karena masyarakat saat ini trennya belanja online.
"Pedagang harus mengikuti tren tersebut. Mereka bisa belajar secara mandiri di YouTube atau teman yang telah bisa mempromosikan produknya secara online," ujar Sayid.
Ia mengemukakan, pemerintah daerah juga melakukan peningkatan kompetensi pedagang, termasuk pelatihan pemasaran.
Hal ini bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pelaku usaha. (Ary)