• Jum'at, 06 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Toko daging milik Slamet Sujono.(Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Harga daging sapi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kenaikan jafi sekitar Rp 170 ribu/kg.

Salah seorang pedagang daging sapi di Jalan Pesut, Slamet Sujono mengatakan, kenaikan harga daging ini dirasakan sejak awal Ramadan.

Sedangkan harga daging sapi sebelumnya hanya di kisaran Rp 120-160 ribu/kg.
"Kalau daging sapi impor hanya Rp 120-130 ribu/kg, sedangkan daging lokal sekitar Rp 160 ribu/kg," Kata Slamet kepada Kutairaya, Kamis (5/3/2026).

Ia mengatakan, kenaikan harga daging sapi ini bukan karena jelang Hari Besar Keagamaan Nasional, tapi dari peternak ataupun distributor sudah mengalami kenaikan harga.

"Kenaikan harga daging sapi biasanya tak berlangsung lama. Jika harga daging sapi kembali turun, maka penjualan juga harganya turun atau stabil," tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun harga daging sapi mengalami kenaikan, tapi permintaan daging sapi dalam sehari bisa mencapai 50 kilogram.
Sementara itu pedagang pentol, Takrip menuturkan, dua hari sekali pasti membeli daging sapi sekitar 2 kg untuk campuran membuat pentol.
Jika harga daging sapi mahal, maka daging yang digunakan hanya 1 kg.

"Saya pasti memperhitungkan operasional, termasuk kebutuhan jualan. Jika kebutuhan jualan bahan-bahannya mengalami kenaikan harga, maka kita bisa menekan jatah belanja," ujar Takrip.

Dia berharap khusus bagi pedagang, harga daging sapi bisa stabil, karena ini untuk dijual kembali.

"Kami juga menyadari, pedagang daging menaikkan harga ini bukan karena (ambil) kesempatan. Tapi pengambilan mereka juga naik," ucapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top