
Jalan Rusak di Kecamatan Kenohan.(Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebagian besar kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) perlu perhatian pemerintah daerah.
Pasalnya, ada sekitar 34,64 persen infrastruktur jalan mengalami kerusakan tingkat ringan, sedang hingga berat, yang tersebar di seluruh Kecamatan.
Berdasarkan data yang diperoleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan sekitar 760,82 km.
Sedangkan jalan yang sudah mantap sekitar 1.436 Km.
Dari data tersebut, wilayah Kecamatan Muara Kaman dinilai mengalami kerusakan berat dan panjang.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan mengatakan, infrastruktur jalan di Muara Kaman masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sebab, di Muara Kaman baru 50 persen jalan yang telah mantap dan 50 persen lainnya jalan kurang mantap.
"Jalan yang perlu perhatian ini juga merupakan penghubung antardesa. Sehingga jalan ini sangat penting dan menjadi skala prioritas, untuk dapat dilakukan perbaikan," kata Nadi Baswan kepada Kutairaya, Kamis (5/3/2026).
Adapun jalan yang masih mengalami kerusakan, di antaranya jalan penghubung Desa Teratak-Benua Puhun-Muara Kaman Ilir.
Ia menyebutkan, kondisi jalan di daerah tersebut sangat memprihatinkan, yaitu berupa tanah dan berbatuan.
Sehingga, jika kondisi cuaca hujan, maka jalan tersebut menjadi berlumpur, licin dan membahayakan pengguna jalan.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terkait penanganan jalan rusak. Tapi pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak, mengingat menyesuaikan kondisi keuangan daerah," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Sebulu, Edy Fachruddin.
Ia mengemukakan, kondisi infrastruktur jalan di Sebulu yang masih perlu perhatian sekitar 20 persen dengan panjang sekitar 30 km.
"Yang menjadi prioritas kami, untuk perbaikan jalan di Desa Beloro, Tanjung Harapan dan Lekaq Kidau," ujar Edy.
Dia berharap pada masa kepemimpinan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati, H Rendi Solihin, akses jalan rusak di Sebulu bisa teratasi dengan baik.
"Kalau jalan ini mulus, diyakini dapat memudahkan mobilisasi masyarakat hingga pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU), Linda Juniarti menjelaskan, jalan mantap di Kukar sudah sekitar 65,36 persen.
Tapi data ini akan dilakukan verifikasi kembali oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
"Data tersebut bisa bertambah atau berkurang nantinya setelah hasil verifikasi. Infrastruktur jalan ini juga terbagi dari berbagai macam, baik itu menunjang jalan menuju fasilitas kesehatan, pendidikan dan lainnya," kata Linda.
Ia mengatakan, jalan rusak ini berada hampir di seluruh kecamatan dengan panjang yang berbeda.
Ia menegaskan, untuk mewujudkan jalan yang mantap, pemerintah daerah memerlukan biaya yang cukup besar.
Sedangkan pemerintah daerah punya keterbatasan anggaran karena adanya instruksi pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi.
"Yang menjadi prioritas kita merupakan jalan dengan kondisi agregat dan tanah. Tapi kita memiliki anggaran yang minim, sehingga perbaikan jalan dilakukan secara bertahap," ucapnya. (Ary)