• Kamis, 05 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin.(Foto : Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Lembaga Data Plus Indonesia (DPI) merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) yang menggambarkan penilaian publik terhadap kinerja pemerintah daerah serta sejumlah program strategis yang dijalankan.

Hasil survei ini dipaparkan langsung oleh Direktur DPI, Riyawan S.Hut, dalam rilis yang digelar di Kantor DPI, Jalan Gunung Sedayu, Tenggarong.

Survei dilakukan pada 8–14 Desember 2025 lalu dengan melibatkan 700 responden dari 70 desa yang tersebar di seluruh kecamatan di Kukar.

Riyawan menjelaskan, survei menggunakan metode wawancara tatap muka guna mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai persepsi masyarakat.

Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen.

Dari hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri tercatat sebesar 74,71 persen.

Sementara kepuasan terhadap Wakil Bupati Rendi Solihin mencapai 75,58 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa secara umum masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan daerah saat ini,” ujar Riyawan, Kamis (5/3/2026).

Selain menilai kinerja kepala daerah, survei DPI juga memotret tanggapan masyarakat terhadap 17 Program Kukar Idaman Terbaik yang menjadi program pembangunan daerah periode 2025–2030.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap program-program tersebut berada di atas angka 70 persen.

Namun, hasil survei juga menemukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara detail berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah.

Menurut Riyawan, rendahnya tingkat pengetahuan publik menjadi salah satu faktor yang membuat dampak program belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Programnya sebenarnya sudah baik, tetapi banyak masyarakat yang belum mengetahui. Artinya perlu sosialisasi yang lebih masif agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Salah satu program yang memperoleh tingkat kepuasan cukup tinggi adalah Program Makan Bergizi Gratis untuk balita dan lansia dengan angka kepuasan mencapai 79,69 persen.

Program ini dinilai mudah diterima masyarakat karena memiliki kesamaan konsep dengan program nasional.

Di sisi lain, program turunan yang berbasis budaya justru menjadi yang paling mendapat respons positif dari masyarakat.

Penyelenggaraan Erau Adat Kutai dan festival budaya mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni mencapai 92,51 persen.

Riyawan menilai tingginya apresiasi terhadap kegiatan budaya menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat Kukar dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.

Ia juga menegaskan survei tersebut tidak dilakukan atas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Menurutnya, survei pada awalnya bertujuan mengukur elektabilitas salah satu tokoh daerah, sekaligus memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemerintah.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian, menilai hasil survei tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam pemerataan pembangunan.

Ia menyoroti masih adanya kebutuhan perbaikan infrastruktur di sejumlah wilayah, seperti akses jalan di kawasan Kenohan hingga Tabang yang dinilai penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Sopan juga mengingatkan agar kebijakan pemangkasan anggaran tidak mengganggu pelayanan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

“Pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas, sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan yang maksimal,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top