
Anggota Komisi XII DPR RI, sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin.(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur (Kaltim), Syafruddin, memastikan partainya tidak akan kembali mengusung pasangan Rudi–Seno, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2029 mendatang.
Dengan Target menaikkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik (DPRD) dari enam menjadi 11, jelas bukan sekadar ambisi simbolis, tapi strategi agar partai bisa mengusung calon sendiri tanpa bergantung koalisi. Pernyataan ini sekaligus menegaskan konsolidasi internal PKB harus dimulai sekarang, karena dua tahun terasa singkat untuk membangun basis dukungan yang cukup solid.
Meski pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, PKB merupakan partai pengusung, Syafruddin menegaskan sikap politik partainya kini berbeda.
“Pilgub ke depan kami tidak akan mendukung Rudi–Seno lagi. Kami sudah punya kader sendiri, yang akan disiapkan untuk bertarung,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sikap politik resmi DPW PKB Kaltim. Ia menambahkan, Partai telah memiliki figur internal yang dinilai siap maju, dan berpengalaman di eksekutif.
“Kader kami sudah berpengalaman, sudah malang-melintang di eksekutif, bahkan menuju dua periode. Jadi kami sudah mutlak menyiapkan kader sendiri,” ujarnya.
Syafruddin juga menyampaikan, posisi PKB saat ini terhadap Pemerintahan Gubernur Rudy Mas
“Kami tidak dalam posisi mendukung penuh, juga bukan oposisi. Kalau kebijakan berpihak pada rakyat, kami dukung. Kalau tidak, kami akan kritik bahkan menolak,” katanya.
Selain menyiapkan kandidat untuk Pilgub 2029, PKB Kaltim juga memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Dari enam kursi yang saat ini dimiliki di DPRD Kaltim, partai menargetkan peningkatan menjadi 11 kursi agar bisa mengusung pasangan calon gubernur secara mandiri.
“Target 2029 kami harus lebih besar. Minimal 11 kursi, supaya bisa mengusung sendiri,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh kader PKB, bahwa waktu menuju Pemilu 2029 tidaklah panjang. Konsolidasi dan penguatan basis dukungan harus dilakukan sejak sekarang.
“Dua tahun lebih ini bukan waktu panjang. Harus kerja dari sekarang,” pungkasnya. (*Abi)