LPG 3 Kg (Achmad Rizki)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan harga LPG 3 kg yang melonjak hingga capai Rp 50 ribu per tabung.
Pasalnya, kenaikan harga LPG ini diduga disebabkan oleh permintaan masyarakat yang tinggi saat Ramadan, sehingga sulit didapat.
Salah seorang pelaku UMKM, Budi mengatakan, kelangkaan dan kenaikan harga LPG ini dirasakan sejak sebelum Ramadan.
Harga LPG 3 kg yang sebelumnya hanya Rp. 30 ribu, kini menjadi Rp 50 ribu.
"Dengan kondisi seperti ini, pastinya sangat menyulitkan pedagang untuk berjualan, terlebih saat Ramadan," kata Budi kepada Kutairaya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, momen Ramadan ini merupakan kesempatan masyarakat atau pedagang untuk mencari pundi-pundi rupiah.
Namun pada kenyataannya, kesempatan itu hanyalah bayangan karena biaya operasional terlalu tinggi terlebih untuk membeli LPG 3 kg.
"Kami ini hanya berjualan gorengan, yang tak memiliki keuntungan banyak. Sehingga kami berharap, peran pemerintah daerah hadir untuk dapat mengatasi persoalan tersebut," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, menyikapi kelangkaan LPG 3 kg pemerintah daerah telah mengadakan operasi pasar LPG 3 kg di 24 lokasi hingga 24 Februari 2026 kemarin.
"Meskipun sudah kita laksanakan setiap lokasinya 560 tabung dan masih juga terjadi kelangkaan, maka kita akan bersurat kembali ke Pertamina untuk dapat menyediakan dan menggelar operasi pasar tabung LPG 3 kg," ujar Sayid.
Ia menegaskan, operasi pasar LPG 3 kg ini merupakan komitmen pemerintah daerah, terhadap situasi kelangkaan di tengah masyarakat. (ary)