Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com):Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menata langkah baru dalam pengelolaan pendidikan, menyusul kunjungan Bupati Kukar ke kantor Disdikbud beberapa waktu lalu.
Penegasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya kerja tim, kolaborasi lintas bidang, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan, bupati meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan pola kerja individual dan memperkuat sinergi.
"Tidak boleh ada yang bekerja sendiri-sendiri. Semua harus solid, saling mendukung dan berkolaborasi, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang," ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, penekanan terbesar adalah penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Seluruh kebutuhan sekolah, baik ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan, maupun perbaikan fasilitas sanitasi, harus dipetakan secara detail berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.
Dengan pemetaan tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan skala prioritas, khususnya untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Nantinya, intervensi perbaikan fisik akan dioptimalkan melalui skema dana BOS Kinerja dan Afirmasi (BOSKAB), dengan pelaksanaan langsung oleh pihak sekolah.
Disdikbud Kukar juga berencana merevisi kebijakan penggunaan anggaran, agar porsi 20 persen dana operasional dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fisik dan pemeliharaan sekolah.
Tak hanya pembenahan sarana, Disdikbud Kukar turut menggagas program “Sekolah Kukar Pintar Idaman Terbaik” yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
Program ini akan menyeleksi kepala sekolah dan guru terbaik untuk dibina menjadi contoh kepemimpinan pendidikan.
Peserta terpilih akan dibekali materi integritas, inovasi, dan penguatan kerja tim.
Mereka juga diwajibkan menyusun aksi perubahan di sekolah masing-masing dengan pendekatan pemecahan masalah.
Hasil implementasi akan dipresentasikan dan dievaluasi untuk melihat dampak nyata di lapangan.
Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan seluruh program pendidikan harus disusun berdasarkan data yang valid agar tepat sasaran.
Ia berharap seluruh bidang di lingkungan Disdikbud, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, dapat berjalan selaras dan saling mendukung demi mewujudkan pendidikan Kukar yang lebih inklusif, inovatif, dan inspiratif. (dri)