
Kabid Bina Marga, Dinas PU Kukar Linda Juniarti.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Di tengah kondisi anggaran yang turun drastis, tahun ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) tetap memprioritaskan perbaikan jalan poros dan titik longsor.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, Kamis (19/2/2026).
Ia mengemukakan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam penanganan infrastruktur jalan di wilayah Kukar yang luas.
Menurutnya, data kondisi jalan kabupaten selalu tersedia setiap tahun.
Namun persoalan utama bukan pada perencanaan, melainkan kecukupan anggaran untuk menuntaskan kebutuhan perbaikan di lapangan.
“Kukar ini luas, bukan hanya satu kecamatan. Jalan kabupaten yang menjadi kewenangan kami panjangnya mencapai 2.196,94 kilometer sesuai SK Jalan Nomor 8 Tahun 2024. Sementara jalan desa itu kewenangannya di Perkim dan jumlah ruasnya juga banyak,” kata Linda.
Ia menyebutkan, hingga akhir 2025 kondisi jalan mantap berdasarkan hasil survei berada di kisaran 63 hingga 64 persen.
Artinya, ada sejumlah ruas jalan dengan kondisi rusak yang perlu penanganan bertahap hingga 2026.
Salah satu prioritas utama adalah jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang, khususnya ruas jalan Sebelimbingan–Tuana Tuha.
Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses jalan darat penghubung 3 kecamatan di wilayah hulu.
“Kalau jalan ini lumpuh, masyarakat terpaksa menggunakan transportasi sungai. Dampaknya biaya logistik melonjak karena waktu tempuh lebih lama dan ongkos angkut lebih besar,” ujarnya.
Pada 2026, Dinas PU Kukar menargetkan perbaikan sekitar 900 meter di ruas jalan Kota Bangun–Kenohan yang dinilai paling mendesak.
Meskipun demikian, Linda mengakui idealnya perbaikan dilakukan hingga 5 kilometer, bahkan berdasarkan hasil survei, kerusakan mencapai sekitar 9 kilometer.
Selain kerusakan badan jalan, pihaknya juga menghadapi banyak titik longsor, terutama di wilayah Kembang Janggut dan Tabang yang berada di sepanjang Sungai Belayan.
Di Tabang saja, ada sekitar 23 titik longsor pada akhir tahun lalu, dengan beberapa titik mengalami patahan serius dan sisanya dalam kondisi
“Kalau dibebani kendaraan berat dan tidak tepat penanganannya, bisa langsung patah. Itu yang kami anggarkan walaupun sedikit,” katanya.
Linda menyebutkan kondisi anggaran Dinas PU Kukar turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu anggaran mencapai lebih dari Rp 800 miliar, tahun ini hanya sekitar Rp 190 miliar dari APBD, ditambah Bantuan Keuangan (Bankeu) sekitar Rp 40 miliar serta Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sekitar Rp 5 miliar.
“Padahal pekerjaan kami bukan hanya jalan, tapi juga jembatan. Banyak jembatan kayu yang rusak berat dan harus segera diganti. Kami juga sudah mengusulkan 45 jembatan ke kementerian, tapi yang bisa diakomodir sangat terbatas,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki, terutama dengan mematuhi batas tonase kendaraan agar umur jalan sesuai dengan perencanaan teknis.
“Kalau jalan dipelihara dan kendaraan yang lewat sesuai standar, umur jalannya bisa lebih panjang,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan pekerjaan jalan poros Sebelimbingan dan Tuana Tuha telah dilakukan secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan ruas jalan penghubung Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang dapat dituntaskan tahun ini.
“Harapan kita, akses jalan masyarakat di wilayah hulu Kukar tidak menjadi masalah besar dan masyarakat bisa segera menikmati akses jalan yang lebih baik,” tuturnya. (Dri)