• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda. Jumat, (20/02/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Memasuki Ramadan yang bertepatan dengan periode cuaca kering, potensi kebakaran permukiman dinilai meningkat akibat kombinasi faktor kelalaian rumah tangga, dan kondisi lingkungan yang mudah terbakar. Aktivitas memasak dini hari, penggunaan peralatan listrik berlebihan, serta praktik pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi risiko yang perlu diantisipasi bersama, guna mencegah kejadian yang dapat merugikan masyarakat secara luas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda (Kadisdamkarmat), Hendra AH, menegaskan, tidak ada penambahan posko khusus, karena pos 1 hingga pos 11 sudah beroperasi tanpa henti. Namun, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap penggunaan kompor, instalasi listrik, serta tidak melakukan pembakaran sampah yang berisiko memicu kebakaran saat musim kering.

Ia mengatakan pihaknya tidak akan menambah posko khusus, namun seluruh pos yang sudah ada tetap siaga 24 jam.

“Seperti biasa menjelang Ramadan maupun Idulfitri, kami siap kapan saja. Tidak ada posko tambahan karena pos 1 hingga pos 11 sudah siaga 24 jam,” ujarnya.

Ia mengakui, tren kebakaran cenderung meningkat saat Ramadan. Hal itu umumnya dipicu kelalaian masyarakat, terutama saat aktivitas memasak sahur.

“Biasanya masyarakat masak dini hari, lalu ketiduran. Aktivitas ibadah yang intens juga membuat kelelahan, itu bisa memicu kelalaian,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penggunaan kompor, instalasi listrik, serta peralatan rumah tangga lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat melapor melalui call center Damkar, radio komunikasi (HT/talkie), maupun langsung ke pos terdekat. Setiap kejadian akan ditangani oleh pos yang lokasinya paling dekat dengan titik peristiwa.

“Silakan lapor lewat call center atau langsung ke pos. Kami pastikan respons cepat karena personel selalu standby,” tegasnya.

Selain risiko dari aktivitas rumah tangga, Damkar juga menyoroti potensi kebakaran akibat pembakaran sampah, terlebih saat cuaca panas dan tidak turun hujan selama beberapa hari.

“Kalau sudah seminggu tidak hujan, potensi kebakaran besar sekali. Kami imbau jangan melakukan pembakaran sampah atau lahan,” pesannya.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap potensi kebakaran, terutama di musim panas.

“Harus sadar dan peduli terhadap situasi yang bisa menimbulkan kebakaran. Jangan sampai lalai,” tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top