
Contoh perbedaan uang asli dan palsu.(Foto: Dok.Google)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Beberapa hari terakhir, masyarakat Kecamatan Tenggarong dihebohkan dengan kabar beredarnya uang palsu. Bahkan, kejadian tersebut dikabarkan sudah memakan korban.
Menanggapi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, IPTU Makmur Jaya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan peredaran uang palsu tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk dari masyarakat.
"Informasinya sudah ada, tapi untuk laporan resmi belum ada. Jadi kami belum bisa memulai penyelidikan karena belum ada dasar laporan yang jelas," ujar IPTU Makmur Jaya, pada Kutairaya.com, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, informasi yang beredar sejauh ini masih sebatas kabar dimedia sosial. Tanpa adanya laporan resmi dari korban atau masyarakat yang menemukan uang tersebut, maka dari itu, pihak kepolisian sulit untuk menentukan titik awal penyelidikan.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan apabila sudah ada laporan adalah melakukan pengecekan ke pihak perbankan atau ke Bank Indonesia.
Hal ini karena alat untuk memastikan keaslian uang secara lengkap tersedia di Bank Indonesia.
"Kalau sudah ada laporan, kami akan segera cek ke bank atau ke BI. Peralatan lengkap untuk memastikan keaslian uang itu ada di Bank Indonesia Samarinda," jelasnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Tenggarong, agar tidak ragu melapor apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu. Laporan dapat disampaikan langsung ke Polsek Tenggarong agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan atau mencurigai uang palsu, segera laporkan ke pihak berwenang, dalam hal ini Polsek Tenggarong," tegasnya.
Selain itu, ia juga memberikan tips sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengecek keaslian uang. Salah satu caranya adalah dengan memegang uang tersebut, kemudian membasahinya sedikit dengan air, lalu menggoreskannya pada kertas putih.
"Kalau digoreskan dan meninggalkan bekas, itu asli," tukasnya. (*Zar)