
Plt. Kepala Disketapang Kukar Ananias.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat sektor pertanian, khususnya dalam mendukung sarana pascapanen bagi kelompok tani (Poktan) di sejumlah desa.
Plt. Kepala Disketapang Kukar, Ananias menjelaskan, pada tahun 2025 pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan berupa lantai jemur biasa, lantai jemur UV, serta lumbung dan mesin Rice Milling Plant (RMP).
Bantuan ini disalurkan kepada kelompok tani yang telah mengajukan proposal dan melalui proses verifikasi.
“Totalnya masing-masing 5 unit untuk lantai jemur biasa, 5 unit lantai jemur UV, dan 5 unit lumbung RMP,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Beberapa wilayah penerima bantuan, antara lain Loa Kulu, Sumber Sari, Sungai Payang, Tanjung Harapan, Loh Sumber, hingga Loa Duri Ulu.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Ananias mengakui, minat kelompok tani untuk mendapatkan bantuan cukup tinggi.
Namun, keterbatasan pendanaan membuat tidak semua usulan dapat direalisasikan.
“Kami tentu ingin mengakomodasi semua permintaan, tetapi anggaran yang tersedia belum memungkinkan. Karena itu, bantuan diprioritaskan bagi kelompok yang telah memenuhi persyaratan dan siap memanfaatkan fasilitas tersebut,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk tahun ini pihaknya masih memfokuskan anggaran pada penguatan dan pengisian Kawasan Pertanian Terpadu (KPT).
Pengadaan sarana baru akan disesuaikan kembali dengan kondisi keuangan daerah.
Meskipun demikian, bantuan yang telah disalurkan sebelumnya disebut telah memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama saat musim hujan ketika proses pengeringan hasil panen menjadi tantangan tersendiri.
Sementara itu Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani di wilayahnya.
Ia berharap fasilitas yang telah diberikan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen.
“Ini sangat membantu petani kami, khususnya dalam menjaga mutu gabah saat musim hujan. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ujarnya. (Dri)