• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



142 ASN Foto Bersama Dengan Wali Kota, Andi Harun.(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.Com) : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 142 aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Penganugerahan tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Kamis (12/2/2026).

Penganugerahan Satyalancana Karya Satya tidak sekadar menjadi simbol penghargaan, tetapi juga menegaskan pentingnya konsistensi dan integritas ASN sebagai tulang punggung pelayanan publik. Kehadiran pegawai negeri yang setia dan berdedikasi secara langsung, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sekaligus menjadi teladan bagi generasi ASN berikutnya, untuk menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

Penghargaan diberikan kepada ASN dengan masa pengabdian 10 tahun (X), 20 tahun (XX), dan 30 tahun (XXX) sebagai bentuk apresiasi, atas dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan bahwa, penganugerahan tersebut merupakan wujud penghormatan negara kepada pegawai negeri sipil, yang menunjukkan kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menjalankan tugas dengan integritas dan kedisiplinan.

"Penghargaan ini, bukanlah sebuah tanda seremonial, melainkan sebuah tanda apresiasi atas kesetiaan, kejujuran, serta pengabdian yang telah diberikan selama 10,20, hingga 30 tahun. Para penerima juga telah menjadi teladan bagi para pegawai lain, untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang abdi negara," ucapnya.

Ia mengatakan, penghargaan tersebut, diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2022, tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Dari total 142 ASN penerima, sebanyak 26 orang menerima Satyalancana Karya Satya XXX Tahun, 27 orang untuk masa pengabdian XX Tahun, dan 89 orang untuk masa pengabdian X Tahun.

Menurutnya, ditengah dinamika birokrasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kehadiran ASN yang konsisten menjaga integritas menjadi faktor penting, dalam mempertahankan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ia menilai, dedikasi yang dilakukan secara konsisten, meskipun sering tidak terlihat, justru memiliki dampak besar terhadap sistem pemerintahan.

"Para pegawai teladan, itu sering kali bergerak dalam kesunyian, akan tetapi bisa meninggalkan memori yang kuat dalam sistem birokrasi. Pengabdian mereka yang konsisten, pastinya akan terus dikenang dan menjadi sebuah inspirasi bagi generasi selanjutnya," bebernya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, penghargaan ini juga menjadi pesan positif di tengah berbagai persepsi terhadap birokrasi. Keberadaan ASN yang profesional dan berkomitmen menunjukkan bahwa pelayanan publik tetap berjalan dengan tanggung jawab dan dedikasi.

Ia berharap, para penerima penghargaan dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sekaligus menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk meningkatkan kinerja.

"Dengan bentuk pengabdian selama puluhan tahun ini, memberikan pesan yang kuat bahwa masih banyak aparatur sipil negara, yang bekerja dengan dedikasi yang tinggi bagi masyarakat," tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top