
LPG 3 Kg di Agen PT. Nararya siap didistribusikan ke pangkalan.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Hampir seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kelangkaan gas LPG 3 kg.
Hal ini diduga karena keterlambatan pendistribusian LPG 3 kg dari agen ke pangkalan.
Salah seorang warga Desa Kedang Ipil, Risma Riris mengatakan, kelangkaan LPG 3 kg ini telah dirasakan sejak pertengahan Januari 2025 hingga saat ini.
Harga LPG 3 kg di Kedang Ipil bisa tembus Rp 45-50 ribu per tabung.
"Harga LPG 3 kg di Kedang Ipil mengalami kenaikan, yang biasanya hanya Rp 25-30 ribu per tabung, kini naik Rp 45-50 ribu," kata Risma kepada Kutairaya, Senin (9/2/2026).
Ia mengaku kelangkaan gas LPG 3 kg ini membuat aktivitas masyarakat terhambat, khususnya bagi ibu rumah tangga.
Gas LPG ini sangat penting untuk menyiapkan kebutuhan pangan keluarga.
"Jika kami tak mendapatkan gas LPG 3 kg, maka akan memasak menggunakan kayu bakar. Untuk membeli LPG yang besar tak memiliki biaya dan tabungnya karena harganya juga mahal," tuturnya.
Dia berharap kelangkaan gas LPG 3 kg ini bisa segera diatasi dengan baik.
Sehingga aktivitas mayarakat tak terhambat, karena gas LPG kosong.
Hal senada juga disampaikan warga Tenggarong, Nafsiah.
Ia mengemukakan, setiap jelang Ramadan pasti terjadi kelangkaan LPG 3 kg.
Menurutnya, hal ini seperti disengaja atau dipermainkan oleh mereka yang mendistribusikan.
"Gas LPG 3 kg ini langka dan kalau adapun harganya sudah tembus Rp 45 ribu per tabung. Ini sangat memberatkan masyarakat," ujar Nafsiah.
Ia berharap peran pemerintah daerah untuk hadir dalam mengawasi pendistribusian atau menjaga kestabilan gas LPG 3 kg.
Gas ini sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih yang berpenghasilan rendah.
Sementara itu Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso menjelaskan untuk menyikapi kelangkaan gas LPG 3 kg ini, maka Pemerintah Kecamatan Tenggarong akan berkoordinasi dengan dengan pihak terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk mencarikan solusi dan mencari penyebabnya.
"Kelangkaan yang menimbulkan harga naik harus dicari tahu penyebabnya dan tugas kita mencarikan solusi, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujar Eko.
Ia mengimbau kepada seluruh penjual gas LPG 3 kg, agar jangan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keuntungan sesaat dengan menaikkan harga.
"Juallah LPG ini dengan batas yang wajar. Jangan dijadikan seperti hukum pasar, jika salah satu produk mengalami permintaan yang tinggi, maka harga produk itu mengalami kenaikan," ujarnya.
Sementara itu Admin Pertamina PT. Nararya, Tawang Aji menegaskan, tak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat, tapi hanya saja pendistribusian yang telat dari Pertamina ke agen, karena terdapat alat pengisian di Pertamina mengalami kerusakan.
"Sehingga ini mengakibatkan keterlambatan pengiriman. Untuk pendistribusian LPG 3 kg ke pangkalan berjalan dengan baik sesuai dengan kuota kontrak," ucap Tawang Aji.
Ia menegaskan, Agen PT. Nararya juga tak mengalami pengurangan kuota dari Pertamina.
Ada sekitar 70 ribu tabung LPG 3 kg yang diterima Agen Nararya dari Pertamina.
"Penerimaan kuota ini juga tergantung hari kerja, tapi rata-rata dalam sebulan ada sekitar 70 ribu LPG 3 kg jatah dari Pertamina ke kami," tuturnya.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg di tengah masyarakat, maka pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Pertamina, untuk menggelar operasi pasar LPG 3 kg.
"Operasi pasar LPG 3 Kg itu dilaksanakan di seluruh kecamatan sebanyak 24 lokasi. Ini dilaksanakan mulai 7-24 Februari 2026," kata Sayid.
Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kg ini bagian dari respons cepat pemerintah daerah, dalam menyikapi kelangkaan LPG 3 kg di tengah masyarakat. (Ary)