• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rangkaian Acara Kaseh Selamat Milad Ayahnda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI Drs.Adj H.Muhammad Arifin.M.Si ke - 75 Tahun.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Drs. Aji H. Muhammad Arifin, M.Si, menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Kesultanan sebagai penjaga nilai adat, budaya, dan moral masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Senin (9/2/2026), dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kerabat Kesultanan, tokoh adat, serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Aulia menegaskan, Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, kesultanan bukan hanya simbol adat, melainkan bagian penting dalam menjaga keseimbangan moral, sosial, dan kesejahteraan daerah.

“Kesultanan memiliki peran besar sebagai penjaga moral dan marwah daerah. Selain itu, kesultanan juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kukar,” ucapnya.

Ia menyampaikan Tanah Kutai dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi adat istiadat.

Sehingga keberadaan sultan sebagai pemimpin adat menjadi panutan dalam menjaga etika, kebijaksanaan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada kesempatan ini, Bupati bersama seluruh hadirin turut memanjatkan doa agar Sultan senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta kekuatan dalam mengemban amanah sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI.

Sementara itu, kerabat kesultanan yang diwakili Pangeran Mangkupati mejelaskan, Sultan Aji Muhammad Arifin lahir pada 9 Februari 1951 di Wassenaar, Provinsi Zuid Holland, Belanda.

Perjalanan hidup Sultan dinilai sebagai refleksi dari nilai pendidikan, agama, dan perjuangan yang membentuk karakter kepemimpinan beliau saat ini.

Menurutnya, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan warisan peradaban yang sarat dengan nilai kebijaksanaan, keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap adat, yang hingga kini masih relevan dalam pembangunan daerah.

“Peringatan ulang tahun sultan bukan hanya seremoni, tetapi menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai identitas masyarakat Kukar,” ujarnya.

Pangeran Mangkupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kesultanan dan masyarakat dalam mewujudkan Kukar yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan akar budaya. (Dri)



Pasang Iklan
Top