• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Latihan rutin atlet Woodball Kukar di Samboja.(Dok. Woodball Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Cabang olahraga (Cabor) Woodball di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan yang pesat, meskipun hingga kini masih menghadapi keterbatasan sarana latihan, khususnya lapangan.

Dewan Pembina Woodball Kukar, Abdull Ghani menerangkan, untuk prestasi woodball Kukar saat ini sangat membanggakan. Pada ajang Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim, Kukar berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 10 medali emas dan 4 medali perak dari total 14 nomor yang dipertandingkan.

"Alhamdulillah, untuk BK kemarin Kukar juara umum. Dari 14 nomor tanding, kita ambil 10 emas dan 4 perak. Artinya, perkembangan pembinaan dan prestasi woodball Kukar cukup pesat," ujar Ghani pada Kutairaya.com saat dihubungi, Jumat (6/2/2026).

Saat ini, Woodball Kukar memiliki sekitar 10 klub aktif. Namun, untuk sementara seluruh atlet yang aktif masih berasal dari Kecamatan Samboja. Hal ini dikarenakan home base latihan Woodball Kukar berada di wilayah tersebut.

"Untuk atletnya sementara semuanya dari Samboja," jelasnya.

Namun dibalik prestasi tersebut, ada tantangan yang harus dihadapi sejak baru terbentuk, yaitu tidak adanya lapangan permanen. Sejak awal berdiri pada tahun 2015, Woodball Kukar harus berpindah-pindah tempat latihan dengan meminjam lapangan sepak bola.

"Kendala kami yang pertama itu lapangan. Kami tidak punya lapangan permanen. Jadi harus pinjam lapangan sepak bola, dan itu pun kadang harus pindah-pindah karena kadang lapangan tersebut dipakai juga, jadi tidak bisa dipakai bersamaan," ungkapnya.

Olahraga Woodball ini membutuhkan lapangan yang cukup luas, minimal seukuran lapangan sepak bola, karena harus memasang peralatan seperti gate, line dan tali pembatas.

Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak membuat para atlet dan pengurus pudar semangat. Selama hampir 10 tahun, Woodball Kukar tetap berupaya menyiasati kondisi lapangan demi mencapai target prestasi, termasuk juara umum di Porprov.

"Kami siasati saja lapangan yang ada. Yang penting target tetap berjalan. Tapi memang dampaknya, kami harus mengeluarkan biaya lebih, termasuk untuk transportasi. Ada atlet yang harus menempuh jarak sampai 20 km untuk latihan," ungkapnya.

Mengenai pengajuan lapangan, ia menyebutkan, hingga kini belum ada proposal resmi yang diajukan ke pemerintah daerah. Beberapa kali komunikasi informal memang sempat dilakukan, termasuk dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dan sempat ada rencana pengajuan lahan di kawasan Bukit Soeharto, namun terkendala masalah legalitas lahan.

"Kalau mau mengajukan, memang harus cari lahan yang tidak bermasalah, entah itu hibah atau pembebasan lahan. Itu yang jadi kendala sampai sekarang," katanya.

Walaupun begitu, dukungan pemerintah daerah terhadap Woodball Kukar tetap ada, terutama dalam bentuk bantuan peralatan, anggaran try out, serta keikutsertaan dalam pertandingan di luar daerah. Woodball saat ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kukar.

Dan ia berharap, kedepannya dapat terus mengembangkan olahraga ini ke kecamatan lain, tidak hanya di Samboja.

Dispora Kukar juga telah memberikan imbauan agar sosialisasi dilakukan hingga ke Tenggarong dan Kecamatan lainnya.

"Untuk sementara kami baru sosialisasi di tiga kecamatan. Kalau nanti difasilitasi pemerintah daerah, kami siap mengembangkan ke kecamatan-kecamatan lain," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top