
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pelaksanaan pembelajaran di sekolah selama bulan suci Ramadan tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi puasa, tanpa mengabaikan kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto menjelaskan, pola pembelajaran selama Ramadan pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hari masuk sekolah tetap mengacu pada kalender pendidikan, sementara jam belajar akan disesuaikan.
“Untuk pembelajaran di bulan Ramadan nanti tetap menyesuaikan, kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang jelas hari masuk sekolah tetap mengacu pada kalender pendidikan yang ada,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Pujianto, penyesuaian jam pelajaran akan diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan sesuai jenjang dan kebutuhan pembelajaran.
Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), durasi jam pelajaran umumnya 30 menit, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar 35 menit.
“Nanti jam masuknya akan kita sesuaikan. Untuk SD 30 menit, SMP 35 menit, dan itu disesuaikan lagi dengan pembelajaran di sekolah masing-masing,” tuturnya.
Ia menambahkan, Disdikbud Kukar saat ini tengah menyiapkan surat edaran resmi terkait mekanisme pembelajaran selama Ramadan.
Edaran tersebut rencananya akan diterbitkan menjelang bulan puasa.
“Mekanismenya sudah kita siapkan, nanti akan kita buatkan edarannya menjelang Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni mengatakan, pihak sekolah juga akan menerapkan pola pembelajaran yang kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait jam masuk dan durasi pelajaran.
“Kalau pembelajaran di bulan Ramadan biasanya ada pergeseran waktu. Yang tadinya masuk pukul 07.15, digeser menjadi sekitar pukul 07.30,” ucap Imam.
Selain itu, durasi setiap jam pelajaran juga dikurangi dari 40 menit menjadi 35 menit per capaian pembelajaran (CP), sehingga murid dapat pulang lebih cepat.
“Dengan pengurangan waktu itu, anak-anak bisa pulang lebih awal dan tidak terlalu kelelahan saat berpuasa,” ujarnya.
Imam juga menyebutkan, selama Ramadan, SMPN 1 Tenggarong rutin melaksanakan kegiatan pesantren kilat bagi murid yang muslim sebagai bagian dari pembinaan keagamaan.
Sedangkan bagi murid nonmuslim, sekolah menyediakan kegiatan alternatif yang didampingi oleh guru.
“Pesantren kilat dilaksanakan rutin setiap tahun. Untuk yang nonIslam, mereka mengikuti kegiatan bersama gurunya masing-masing,” tutur Imam. (Dri)