• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Harian Fasi Kukar, Thaufiq Zulfian Noor.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Olahraga Aerosport yang dikenal sebagai cabang olahraga (cabor) ekstrem kini kembali menggeliat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Meski sempat vakum, Aerosport Kukar kini kembali aktif dengan kepengurusan baru dan menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Ketua Harian FASI Kukar, Thaufiq Zulfian Noor menjelaskan, pengaktifan kembali Aerosport di Kukar bermula dari keputusan FASI Provinsi yang mengukuhkan kepengurusan FASI Daerah Kukar untuk masa bakti 2023-2027.

"Ini sebenarnya bukan cabor baru di Kukar. Dulu pernah ada, hanya saja sempat vakum. Sekarang kami aktifkan kembali dengan kepengurusan baru dan sudah resmi terdaftar di KONI Kukar," ujar Thaufiq pada Kutairaya.com, di Tenggarong, Kamis (5/2/2026).

Dalam Aerosport sendiri terdapat beberapa nomor atau cabang, seperti paralayang, paramotor, dan aeromodelling.

Untuk paralayang dan paramotor, Kukar sudah memiliki atlet yang aktif bahkan sempat mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi dan berhasil meraih prestasi.

"Beberapa atlet paralayang kita sudah pernah ikut event di Kaltim dan alhamdulillah meraih juara. Ini yang menjadi semangat kami untuk kembali menggiatkan Aerosport di Kukar," ungkapnya.

Saat ini, jumlah anggota Aerosport Kukar masih terbatas. Ia menyebutkan, anggota aktif baru sekitar 20 orang.

"Anggota masih sedikit karena kesibukan masing-masing. Tapi kedepannya kita akan kembangkan sampai ke kecamatan-kecamatan. Saat ini fokus kami melengkapi kepengurusan, sarana dan prasarana, serta mencari dukungan anggaran," paparnya.

Untuk lokasi latihan, Aerosport Kukar telah memiliki tempat tetap, yaitu di Bukit Pagole, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu. Lokasi ini dinilai sangat potensial, baik sebagai tempat latihan maupun pengembangan wisata.

"Setelah kami evaluasi, di sekitar Tenggarong belum ada lokasi yang benar-benar cocok. Akhirnya kami coba di Bukit Pagole dan ternyata sangat memungkinkan," katanya.

Kawasan Bukit Pagole direncanakan tidak hanya menjadi pusat latihan aerosport, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga yang dikelola melalui koperasi desa merah putih.

"Kami ingin ini menjadi objek wisata sekaligus usaha desa melalui Koperasi Desa Merah Putih. Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan camat, dan alhamdulillah disambut baik," tambahnya.

Dengan hadirnya aktivitas paralayang dan paramotor di kawasan tersebut, potensi wisata desa pun semakin meningkat. Selain menjadi wadah pembinaan atlet, aerosport juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat dan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi desa.

Meski tergolong olahraga ekstrem, ia menegaskan, tujuan pengembangan aerosport di Kukar ini adalah mengakomodir minat dan bakat masyarakat yang memiliki ketertarikan pada olahraga.

"Ekstrem memang, tapi banyak masyarakat yang punya talenta di bidang ini. Tugas kami adalah memfasilitasi, membina, dan mengarahkannya agar bisa berkembang dengan aman dan berprestasi," tutupnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top