
Kepala Kemenag Kukar H Ariyadi.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bulan suci Ramadan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.
Hal ini disampaikan langsung Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Kartanegara (Kukar) H Ariyadi kepada Kutairaya, Rabu (4/2/2026).
Ia mengatakan, penetapan awal Ramadan akan mengikuti keputusan dari Kemenag atau Pemerintah Pusat.
Dalam penetapan awal Ramadan, Kemenag akan melakukan rukyatul hilal untuk memastikan dan menghitung keberadaan hilal sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah puasa di 2026 ini.
"Nanti kita juga melakukan rukyatul hilal, untuk menetapkan 1 Ramadan, tapi diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 mendatang," katanya.
Rukyatul Hilal dilakukan dengan mengamati posisi bulan secara langsung.
Jika hilal (bulan sabit muda) sudah terlihat dan ketinggiannya di atas 2 derajat, maka awal Ramadhan dapat ditetapkan.
Namun, jika ketinggiannya kurang dari 2 derajat, maka hilal biasanya sulit terlihat.
"Kita akan melaksanakan rukyatul hilal sekitar 17-18 Feburari 2026, di Gunung Sentul," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat Kukar agar tetap saling menghargai sesama umat manusia, terlebih bagi yang menjalankan ibadah puasa.
"Khusus bagi umat islam, terus semangat dalam menyiarkan, kebersamaan nilai-nilai ibadah. Karena ini merupakan kesempatan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.
Sementara itu seorang tokoh agama, Mundor mengaku tak sabar untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Pasalnya, bulan Ramadan ini merupakan bulan yang penuh berkah.
"Bulan Ramadan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apapun yang dilakukan khususnya tak bertentangan dengan ajaran syariat agama, itu mendapatkan pahala luar biasa," ujar Mundor.
Dia berharap seluruh umat muslim, khususnya di bulan Ramadan agar terus berbuat baik dan menjalankan kewajibannya. (Ary)