• Kamis, 05 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Tempat Latihan Cricket Kukar di Tenggarong Seberang L2.(Dok.Cricket Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Cabang olahraga (Cabor) Cricket di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana latihan.

Hingga saat ini, tim Cricket Kukar belum memiliki lapangan khusus serta peralatan latihan yang memadai, kondisi ini dinilai berdampak besar terhadap pembinaan atlet dan prestasinya.

Pelatih Cricket Kukar, Eka Fatmawati menyampaikan, kebutuhan utama tim saat ini adalah lapangan latihan khusus Cricket serta peralatan latihan, salah satunya area latihan memukul atau net (map). Fasilitas tersebut sangat penting agar latihan bisa berjalan lebih efektif.

"Kalau latihan mukul itu kan idealnya bolanya tidak perlu diambil jauh-jauh. Jadi saat drill, bola bisa tetap di area itu saja. Nah, fasilitas seperti itu yang kami butuhkan," jelas Eka pada Kutairaya.com, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, Cricket Kukar masih menumpang menggunakan lapangan sepak bola di Tenggarong Sebrang untuk berlatih.

"Untuk sekarang kami memang cuma menumpang di lapangan bola. Lapangan khusus cricket di Kukar memang belum ada," ucapnya.

Selain lapangan, peralatan latihan juga menjadi persoalannya, ia mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan sarpras. Namun yang disetujui hanya peralatan untuk pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), bukan untuk latihan rutin.

"Tahun kemarin kami sudah dua kali mengajukan permohonan. Tapi yang diACC itu hanya alat untuk pertandingan Porprov. Itu pun sampai sekarang belum ada," katanya.

Ia menambahkan, kepengurusan Cricket Kukar saat ini terbaru. Peralatan lama yang pernah diberikan sebelumnya sudah tidak layak pakai, sementara pengurus baru tidak memungkinkan untuk menggunakan atau meminta kembali alat dari kepengurusan lama.

Akibat keterbatasan tersebut, latihan sementara dilakukan dengan peralatan seadanya, yang disediakan semampu pengurus. Kondisi ini jelas berdampak pada proses pembinaan atlet, terutama untuk jangka panjang.

"Pasti berdampak, baik ke pembinaan maupun prestasi atlet. Untuk mencapai hasil maksimal kan butuh alat dan fasilitas yang mendukung,"tegasnya.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan cabor cricket, tidak hanya saat pertandingan berlangsung, tetapi juga pada proses persiapan dan pembinaannya.

"Semoga pemerintah bisa lebih aware dan lebih memperhatikan lagi. Apalagi ini ajang empat tahunan, dan membawa nama baik kabupaten. Jangan cuma diperhatikan saat pertandingannya saja," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top