• Kamis, 05 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Palang Parkir TAS.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (Kutairaya.com): Beberapa pedagang Tangga Arung Square (TAS) mengeluhkan adanya palang parkir elektronik di wilayah tersebut.

Pasalnya, keberadaan palang parkir dinilai dapat menurunkan tingkat pengunjung ke TAS dan membebankan pedagang.

Salah seorang pedagang TAS, Rianto mengatakan, dari informasi yang diterima dari pengelola TAS bahwa para pedagang juga dikenakan biaya retribusi parkir.

Sedangkan nilai retribusi parkir bagi pedagang sekitar Rp 100 ribu per bulan.

"Jika per bulan dan setiap toko dikenakan Rp 100 ribu, maka dalam sehari biaya retribusi parkir sekitar Rp 3.300," kata Rianto, Rabu (4/2/2026).

Ia meminta kepada pemerintah daerah agar dapat membebaskan biaya retribusi parkir, untuk beberapa bulan ke depan.

Dengan adanya retribusi parkir, ini juga mempengaruhi tingkat kunjungan ke TAS.

"Kalau bisa buat meramaikan pengunjung datang ke TAS dibebaskan dulu retribusi parkirnya 3-6 bulan, supaya TAS bisa ramai terlebih dahulu baru dipungut retribusi parkir," tuturnya.

Hal senada disampaikan Alan. Ia mengatakan, khusus para pedagang seharusnya tak dikenakan biaya retribusi parkir.

Karena pedagang yang mendatangkan pengunjung, bukan pengelola parkir yang mendatangkan pengunjung.

"Pedaganglah yang mendatangkan pengunjung, pengelola parkir tinggal duduk manis saja sudah dapat duit," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah menjelaskan, palang parkir ini bertujuan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebab dari pengalaman sebelumnya, kebocoran retribusi parkir ini hingga 80 persen.

"Untuk sepeda motor retribusi parkir Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000," tutur Sayid.

Sedangkan para pedagang nantinya juga dikenakan pungutan retribusi berlangganan, sehingga ketika pedagang keluar-masuk TAS seringkali tak masalah.

"Ini bagian upaya kita untuk memaksimalkan PAD karena target kita, yaitu sekitar Rp 1,3 milliar untuk 5 pasar di Kukar," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top